Skip to main content

Mulai menulis - terimakasih untuk orangtua saya, karena hari ini saya sudah 20 tahun bersama kasih sayang kalian


Tanggal 12 maret 2013 kemarin adalah hari ulang tahun saya yang ke 20 tahun. Sebuah hari yang sangat spesial bagi saya, karena kebetulan bertepatan dengan hari raya nyepi. Sebuah hari raya yang sangat saya sukai. Sebuah hari kelahiran yang sangat saya syukuri.

Saya menyukai hari raya nyepi karena ini satu-satunya hari raya yang tidak di rayakan. Tidak membuang energi untuk melakukan sesuatu hal, hanya cukup berdiam diri di dalam rumah. Tanpa lampu, tanpa beraktifitas, tanpa berinteraksi dengan tetangga, tanpa keluar rumah, dan tanpa menggunakan gadget (meskipun saya menggunakan untuk berterimakasih membalas ucapan selamat ulang tahun teman dan saudara saya). lalu apa yang kita lakukan dong? Hanya diam meng-sepi-kan lingkungan sesuai nama harinya, nyepi. Hal yang saya sukai dengan hari raya nyepi karena di hari ini kita dapat berterimakasih dengan tubuh kita yang sudah bekerja dengan penuh perjuangan selama 1 tahun dengan mengistirahatkan tubuh selama 1 hari penuh (hari raya nyepi dilaksanakan 1 tahun sekali).

Saya menyukai setiap tanggal 12 maret sejak ulang tahun saya yang ke-17 tahun, karena tanggal ini selalu mengingatkan saya kepada orangtua saya, utamanya ibu saya. Bukan berarti saya tidak mengutamakan ayah saya, mereka berdua sama-sama berarti bagi diri saya, namun dalam cerita ini saya hanya ingin mengkhususkan kepada ibu saya dahulu. Ibu selalu ingat bila saya ulangtahun, meski saya sendiri melupakan hari ulangtahunya.

Saya sungguh ingat sebuah perayaan ketika saya berulang tahun di usia yang ke 17. Bagi seorang remaja yang sedang berusia 17 tahun, sesungguhnya saya juga sangat mengharapkan sebuah perayaan yang besar-besaran seperti dilaksanakan teman saya. Apalagi memiliki teman yang telah merayakan ulangtahun ke 17 nya dengan sangat besar-besaran. Di hotel mewah, dengan makanan dan acara yang, wow! Kartu undangan saja sangat wow! Sudah seperti kartu undangan resepsi pernikahan. Terbayang kan? Saya benar-benar kagum dan selalu berucap dalam hati “kalian benar-benar memiliki orangtua yang baik hati!” 

Kembali dimalam saya berulang tahun ke 17. Saat itu saya sedang membuat sebuah desain dengan komputer saya. seperti biasa kamar saya terkunci. Saya tidak ingin ketika saya bekerja ada yang mengganggu saya. Saya sendiri bingung apabila saya mengingat masa-masa saya ketika itu, entah mengapa kalau saya bekerja tidak boleh seorangpun melihat saya. Mengapa saya malah asik bekerja dengan komputer saat saya berulangtahun? Ini juga hal yang membingungkan bila saya ingat, namun hal klise yang sering saya temui dalam film, film kartun dan sebuah bacaan ternyata terjadi juga pada diri saya. Saya sangat mencintai komputer saya, dan bagi saya beraktifitas dengan komputer adalah sebuah perayaan ulangtahun yang sangat pas.

Apakah itu berarti saya tidak menginginkan perayaan ulang tahun di hotel dengan kue tart yang besar, orangtua dan teman-teman saya? ternyata tidak. Percayalah sesungguhnya saya sangat menginginkan hal tersebut. Namun budaya dalam keluarga kami tidak pernah mengijinkan ulangtahun dengan acara demikian. Saya memiliki 4 orang kakak. Mereka semua tidak pernah merayakan ulang tahun yang ke-17 seperti itu. Jadi adil saya juga akan menerima hal yang sama. Apakah itu berarti orangtua kami tidak menyayangi kami? Tentu tidak! Orang tua kami sangat benar-benar menyayangi kami berlima dan dengan porsi kasih sayang yang sama. Saya benar-benar kagum dengan orang tua saya, kasih sayang orang tua saya membuat rasanya setiap hari adalah perayaan ulang tahun dengan kue tart yang besar, dan penuh dengan salaman, pelukan, dan ciuman dari mereka.

Seperti yang saya alami dimalam saya berulangtahun yang ke 17. Apa yang diberikan oleh ibu, ayah, juga kakak saya sebagai event organizer, sangat mengobati hari ulangtahun saya (karena saya bisa dibilang hanya berdiam diri di depan komputer saja pada hari itu). Ketika saya berada di depan komputer, saya dirumah hanya dengan ayah dan pembantu saja. Tiba-tiba kakak dan ibu datang. Baru saja sampai rumah, ibu saya lantas memanggil nama saya dengan keras dengan nada yang penuh kebahagiaan. “Adik? Adiik? Sini dulu, Mama punya hadiah untuk Adik.”

Suara keras ibu menembus dinding ruangan saya yang tertutup. Saya sempat berkata “iyaa, nanti dulu” padahal di dalam hati saya benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengan ibu saya. Ibu saya kembali memanggil, dan segera saya buka pintu kamar saya lalu menghampirinya. Saat itu ibu saya sudah siap dengan sebuah kue black forest kira-kira seukuran buku ensiklopedi lengkap dengan lilin angka 17 dan bertuliskan selamat ulang tahun ke-17 untuk saya. Saat itu ekspresi saya malah seperti berbicara “apaan sih mama ni, kayak anak kecil aja pake kue seperti ini”, namun sebenarnya dalam hati saya sangat bahagia, saya sangat senang. Terakhir kali saya mendapatkan kue ulangtahun adalah ketika saya masih taman kanak-kanak. Perayaan ini membuat saya dapat bernostalgia dengan masa kecil saya. “Saya sungguh orang yang beruntung, saya sangat bahagia” saya berkata dalam hati.

Ibu tidak melangsungkan acara peniupan lilin, tapi memanggil seluruh anggota keluarga terlebih dahulu. Saat itu ada kedua orang kakak perempuan saya, ayah, dan pembantu. Mereka berlima menyanyikan lagu selamat ulang tahun kepada diri saya. sungguh, saya rasanya sedang berada dimasa taman kanan-kanak saya, ketika saya masih suka memegang tangan ibu dan bersembunyi di belakangnya.

Tiba saatnya saya mengucapkan permohonan sebelum meniup lilin. Saya tidak ingat jelas apa permohonan saya pada saat itu (maklum masih seorang anak yang belum memiliki tujuan). Setelah saya memadamkan lilin dengan tiupan saya, diiringi dengan tepuk tangan mereka berlima, saya memberikan ciuman dan pelukan ke masing-masing anggota keluarga saya. ciuman paling spesial saya berikan kepada ibu saya, dan syukur sempat diabadikan oleh kakak saya. Saya sangat menyayangi ibu saya, karena saya anak paling kecil saya sangat dekat dengan ibu. setelahnya, kami membagi kue tersebut untuk dinikmati bersama. Benar-benar kue ternikmat yang pernah saya terima.

Tidak terasa, sudah hal itu sudah 3 tahun yang lalu. Saya masih ingin sekali apabila kejadian yang sama diulangi. Mungkin saya akan mencium dan memeluk ibu saya lebih hebat lagi, karena akhirnya ulang tahun saya yang ke 17 itu adalah ulang tahun terakhhir yang bisa saya rayakan langsung bersama Ibu saya.
Saat ini saya mulai menyukai perayaan ulangtahun, karena saya selalu teringat akan keberuntungan saya bisa terlahir dalam keluarga ini. Ibu saya adalah orang yang sangat baik hati dan penyayang yang selalu menginspirasi saya untuk menyayangi sesama. Ayah saya seorang dokter dan peneliti yang sangat pintar, dan dikagumi oleh teman sejawatnya, sehingga saya selalu bersemangat untuk bisa memiliki ilmu lebih hebat dari beliau. Terimakasih orang tua saya, karena engkaulah, saya bisa menikmati keindahan dunia ini. Saya bisa melihat langit yang biru, merasakan manisnya gula, mendengarkan kicauan burung, menghirup segarnya aroma buah lemon dan mendapatkan kasih sayang yang luar biasa dari kalian orang tua dan semua orang disekitar saya.

Terimakasih untuk pembaca yang sudah membaca kisah saya ini, semoga dapat menginspirasi kalian.
Mungkin pembaca penasaran apa yang terjadi dengan ibu saya? mengapa selanjutnya saya tidak bisa merayakan ulang tahun saya bersama Ibu secara langsung? Jawabanya akan saya tuliskan di kisah saya yang selanjutnya.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

#BukaInspirasi untuk 90 Hari Pertama UKM Anda

Keputusan yang Anda buat di awal bisnis (Usaha Kecil Menengah/UKM) berdampak pada laba dan rugi, bahagia dan sakit hati, kesuskesan dan kegagalan. Dalam artikel kali ini, saya merangkum apa yang Anda butuhkan untuk memulai dengan benar, termasuk rencana untuk 90 hari pertama memulai bisnis. Ada pula saran dari pengalaman nyata beberapa rekan pengusaha sukses yang saya kenal. Dilengkapi pula dengan checklist tindakan untuk menghemat uang Anda dimasa depan, dan jawaban atas rahasia keberhasilan dari sebuah bisnis. Saya tidak sabar untuk melihat apa yang Anda buat setelah membaca artikel ini. Mimpimu telah berakhir. Memulai bisnis dimulai hari ini September, artinya mendekati tahun 2019. Anda pasti telah lama membayangkan produk ciptaan Anda terjual di supermarket dan mencoba menjelaskan pada pemilik supermarket mengenai keunggulan kompetitif dari produk tersebut. Anggaplah tahun ini anda bertekad meluncurkan bisnis tersebut. Pasti anda mulai bingung harus mulainya dari mana bukan? Beriku…

Terapi Khusus dari ASUS

“ini dokter, saya sering sekali merasakan perih pada mata setelah main laptop” keluhan seorang pasien pagi ini, dengan matanya yang merah dan berair. Bekerja di puskesmas di Bali membuat saya kerap kali putar otak untuk mengobati keluhan di atas. Kami menyebutnya penyakit millennial. Penyakit akibat kemajuan teknologi ini semakin banyak terjadi, mulai dari keluhan pada mata, nyeri leher, hingga kekakuan pada jari. Kebetulan sebagian besar usia pasien dengan penyakit ini adalah kaum muda atau millennial yang telah akrab dengan teknologi sedari lahir. Namun sesungguhnya teknologi dapat memberi manfaat seperti yang saya lakukan dengan Laptop ASUS WX232D saya.
Kami menyebutnya sebagai Terapi ASUS. Nama ini terlahir dari laptop ASUS yang mempermudah terapi edukasi pada pasien tanpa batasan usia. Pada pasien tua ini menjadi daya tarik karena penyakit dapat dijelaskan lewat gambar dan animasi. Semakin menarik pada pasien anak-anak karena daya ingin tau yang membuat mereka betah menonton penjel…