Skip to main content

ketika kita tulus, tuhan tidak pernah menutup mata

25 Mei 2013, hari ini pembantu saya mengajak anak perempuanya yang masih berusia 4 tahun. Nama anak ini sangat unik bagi saya yaitu Gista.Gista berperawakan kurus, berambut panjang agak pirang, berkulit agak gelap, namun memiliki senyum yang manis dilengkapi dengan lesung pipit dikedua pipinya. kata hitam manis mungkin sedikit tepat bagi anak ini. saya katakan mungkin karena kulitnya tidak terlalu hitam. Kalau anda bisa menggunakan photoshop anda bisa memasukan warna dengan angka #dbc78f sehingga anda bisa lebih terbayang dengan warna kulit anak ini. hahahaha

Beberapa hari terakhir Gista sering datang ke rumah saya tentu bersama dengan ibunya. Pernah ketika dia mendekati saya, saya terpikir untuk mengajarinya menggambar. Sejak saat itu Gista sangat senang belajar menggambar dengan saya, karena ternyata kebetulan dia suka menggambar. Gista ingin diajari untuk menggambar banyak benda yang ia lihat. mulai dari kucing, anjing, cacing, laptop, angka, dan huruf-huruf. Awalnya saya sangat senang mengajarinya menggambar. Saya senang karena saya merasa diri saya berguna, ada seseorang yang mau dan senang belajar dengan saya. Hari-hari pertama mengajarinya menggambar berjalan penuh dengan canda dan tawa. beberapa hari kemudian.. bisa ditebak? ya, disinah klimaks dari kisah saya hari ini. ayo ke paragraf selanjutnya...


Klimaksnya adalah hari ini. Saya sedang dihadapkan pada deadline dua buah tugas, pertama sebuah poster digital untuk lomba poster, yang kedua membuat sebuah Proposal Penelitian yang ditugaskan oleh wakil dekan kampus. Saya menginginkan agar kedua karya ini terselesaikan hari ini tanpa gangguan sama sekali. Namun, semuanya berubah ketika Gista datang.

"Kak Adiii...." Sapaan Gista kepada saya seperti biasanya, dengan senyuman dan suaranya yang lantang dan girang berharap saya akan mengajarinya untuk menggambar hari ini


Ingin rasanya menolak ajakanya, namun saya belum sanggup merangkai kata-kata yang baik untuk menolak keinginanya (efek setelah saya membaca bacaan tentang cara mendidik anak: http://www.kaskus.co.id/thread/519a180b3c118e1f3e000009). selain bacaan karya Kaskuser ber ID afrianDroger ini, hal yang membuat saya ingin tetap dengan sabar mengajari Gista menggambar adalah buku karangan kak Reza Rifanto. Kak Reza dalam bukunya sangat menyadarkan saya bahwa anak kecil bukan orang dewasa yang kecil. Anak kecil, ya anak kecil, seorang manusia yang sedang belajar mengenai cara menikmati kehidupan ini. Saya ingin mengajarinya menikmati hidup dengan menggambar!


Saya mengajak Gista untuk duduk di sebelah meja belajar saya, saya mengosongkan 1/3 meja belajar saya kepada Gista, sebagai tempat kertas gambar, spidol, pensil dan pulpenya untuk berkreasi. Dengan segera ia mulai meminta saya untuk memberikan contoh gambaran cacing, ia ingin menggambar cacing saat itu. Contoh telah saya selesaikan, saatnya dia mulai menggambar. Inilah kesempatan saya untuk mengerjakan tugas saya, pertama saya ingin menyelesaikan poster digital saya! baru saja ingin memulai, Gista langsung bertanya kepada saya.



"gambar cacingnya gini ya kak adi?" sambil menunjukan gambar cacing yang hanya 1 garis




saya memberinya motivasi untuk tetap meneruskan "Iya gista! baguss.. ayo lanjutkan menggambar cacing 
seperti contohnya! Gista pasti bisa!"

kembali Gista pun mulai menggambar, dan saya mulai ingin mengerjakan poster.

ketika saya kembali baru memulai mengerjakan poster, kembali Gista berbicara kepada saya: "ngga bisa kak adi.. ajariin"

buruknya ini terus berulang sehingga saya benar-benar emosi. KAPAN SAYA BISA MENGERJAKAN POSTER DONG??? teriakan saya dalam hati!

Saya mencoba dengan tulus kembali, dan kembali mengajari Gista menggambar. hingga 3jam berlalu, saya sempat sedikit mengerjakan poster saya. Mendadak tangan kanan saya nyeri di bagian bahu dan lengan. Nyeri biasanya yang saya alami bila terlalu sering menggunakan komputer (Seminggu ini hampir selalu saya beraktifitas di komputer). Saya memaksakan menggunakan tangan kanan saya bekerja, namun sangat nyeri. Ketika nyeri mereda, Gista disamping saya minta diajari menggambar lagi. Saya menyerah, saya memutuskan untuk menyudahi mengerjakan poster, dan bertanya kepada panitia lomba sampai pukul berapakah boleh untuk mengumpulkan karya poster berhubung hari ini deadline nya.


Ternyata apa yang pernah dikatakan seorang dosen saya benar terjadi kepada diri saya.

"ketika kita berusaha untuk tulus, tuhan tidak pernah menutup mata." kata seorang dosen perempuan saya dengan penuh senyuman


Tuhan benar-benar hadir. Alangkah bahagianya saya karena deadline poster diundur hingga tanggal 25 Juni 2013! Terimakasih Tuhan, saya sangat bahagia hari ini :)


Seharian ini saya habiskan untuk membuat proposal sembari mengajari Gista menggambar, makan bersama dan bahkan dia minta diajari bermain gitar. Benar-benar anak yang penuh rasa keingintahuan yang tinggi! sempat memang ketika saya ingin menyelesaikan proposal penelitian, saya meminta dengan lembut kepada gista untuk sementara bermain dengan ibunya sebentar. Saya beralasan sedang belajar. Yang terjadi sangat ajaib! Gista memahami keadaan saya! Dia segera menghampiri ibunya dengan sebelumnya berpamitan kepada saya.
kesimpulan kisah saya ini adalah 2 poin:
1. ketika kita berusaha untuk tulus, tuhan tidak pernah menutup mata.

2. ketika kita jujur dan dengan lembut berbicara kepada seseorang, orang itu akan memahami keadaan kita!
sungguh dua poin yang ajaib :)

Terimakasih telah membaca kisah ini sampai selesai, semoga dapat menginspirasi anda.

Comments

Popular posts from this blog

Mulai menulis - terimakasih untuk orangtua saya, karena hari ini saya sudah 20 tahun bersama kasih sayang kalian

Tanggal 12 maret 2013 kemarin adalah hari ulang tahun saya yang ke 20 tahun. Sebuah hari yang sangat spesial bagi saya, karena kebetulan bertepatan dengan hari raya nyepi. Sebuah hari raya yang sangat saya sukai. Sebuah hari kelahiran yang sangat saya syukuri.
Saya menyukai hari raya nyepi karena ini satu-satunya hari raya yang tidak di rayakan. Tidak membuang energi untuk melakukan sesuatu hal, hanya cukup berdiam diri di dalam rumah. Tanpa lampu, tanpa beraktifitas, tanpa berinteraksi dengan tetangga, tanpa keluar rumah, dan tanpa menggunakan gadget (meskipun saya menggunakan untuk berterimakasih membalas ucapan selamat ulang tahun teman dan saudara saya). lalu apa yang kita lakukan dong? Hanya diam meng-sepi-kan lingkungan sesuai nama harinya, nyepi. Hal yang saya sukai dengan hari raya nyepi karena di hari ini kita dapat berterimakasih dengan tubuh kita yang sudah bekerja dengan penuh perjuangan selama 1 tahun dengan mengistirahatkan tubuh selama 1 hari penuh (hari raya nyepi dil…

#BukaInspirasi untuk 90 Hari Pertama UKM Anda

Keputusan yang Anda buat di awal bisnis (Usaha Kecil Menengah/UKM) berdampak pada laba dan rugi, bahagia dan sakit hati, kesuskesan dan kegagalan. Dalam artikel kali ini, saya merangkum apa yang Anda butuhkan untuk memulai dengan benar, termasuk rencana untuk 90 hari pertama memulai bisnis. Ada pula saran dari pengalaman nyata beberapa rekan pengusaha sukses yang saya kenal. Dilengkapi pula dengan checklist tindakan untuk menghemat uang Anda dimasa depan, dan jawaban atas rahasia keberhasilan dari sebuah bisnis. Saya tidak sabar untuk melihat apa yang Anda buat setelah membaca artikel ini. Mimpimu telah berakhir. Memulai bisnis dimulai hari ini September, artinya mendekati tahun 2019. Anda pasti telah lama membayangkan produk ciptaan Anda terjual di supermarket dan mencoba menjelaskan pada pemilik supermarket mengenai keunggulan kompetitif dari produk tersebut. Anggaplah tahun ini anda bertekad meluncurkan bisnis tersebut. Pasti anda mulai bingung harus mulainya dari mana bukan? Beriku…

Terapi Khusus dari ASUS

“ini dokter, saya sering sekali merasakan perih pada mata setelah main laptop” keluhan seorang pasien pagi ini, dengan matanya yang merah dan berair. Bekerja di puskesmas di Bali membuat saya kerap kali putar otak untuk mengobati keluhan di atas. Kami menyebutnya penyakit millennial. Penyakit akibat kemajuan teknologi ini semakin banyak terjadi, mulai dari keluhan pada mata, nyeri leher, hingga kekakuan pada jari. Kebetulan sebagian besar usia pasien dengan penyakit ini adalah kaum muda atau millennial yang telah akrab dengan teknologi sedari lahir. Namun sesungguhnya teknologi dapat memberi manfaat seperti yang saya lakukan dengan Laptop ASUS WX232D saya.
Kami menyebutnya sebagai Terapi ASUS. Nama ini terlahir dari laptop ASUS yang mempermudah terapi edukasi pada pasien tanpa batasan usia. Pada pasien tua ini menjadi daya tarik karena penyakit dapat dijelaskan lewat gambar dan animasi. Semakin menarik pada pasien anak-anak karena daya ingin tau yang membuat mereka betah menonton penjel…