Skip to main content

Apa yang Sebaiknya Kita Lihat dari Sebuah Pekerjaan

Hari Jumat Tanggal 12 Juli 2013 di sore hari sepulang saya dari kampus. saya ditawarkan sebuah pekerjaan sebagai tim outbound sebuah lembaga psikologi. Tawaran ini begitu spesial karena pekerjaan ini sangat bermanfaat untuk orang lain sekaligus diri sendiri. Hal lain yang membuat hal ini spesial adalah karena pekerjaan ini malah mendatangi saya, padahal jutaan orang diluar sana justru mencari pekerjaan hingga bertahun-tahun.

Saya seorang mahasiswa di fakultas kedokteran yang, boleh dibilang “gila”. Saya masih mahasiswa namun saya sudah memiliki impian yang tinggi, yakni menemukan obat kanker dan pengobatan penyakit keganasan lainya. Impian ini membuat saya berpikir untuk menolak pekerjaan tersebut karena tidak sesuai dengan tujuan hidup saya. Ibaratnya ketika saya ingin menuju Surabaya dari Bali, kenapa saya harus ke Australia dulu? Lebih cepat kalau saya langsung menggunakan pesawat ke Surabaya, atau melalui jalur darat melewati pelabuhan Ketapang-Gilimanuk.

Saya sedang diwawancarai oleh manager lembaga psikologi tersebut. sampailah saya pada sebuah tahap yang mengharuskan saya menjawab apakah saya berminat untuk bergabung atau tidak?!

Sulit sekali bagi saya untuk langsung memberi jawaban di hari itu. Disatu sisi ini tawaran yang menarik, disisi lain ini hal yang membuang waktu yang tidak sesuai dengan tujuan hidupmu!

Manager lembaga psikologi tersebut sepertinya dapat menangkap apa yang saya “galau”-kan dalam benak saya, karena ia memberi saya pernyataan begini:

“saya tahu anda mahasiswa kedokteran, jangan melihat uang dalam pekerjaan ini, dan jangan melihat pengalaman dalam pekerjaan ini. saya paham, pengalaman anda dalam pekerjaan ini tidak dapat digunakan untuk menunjang profesi anda kelak” ucap manager tersebut kepada saya.

Kebingungan saya berlanjut ke tingkat bingung yang lebih luhur,

“kalau tidak melihat uang dan pengalamanya, lantas apa yang harus saya lihat dalam pekerjaan ini??”

Pak manager yang mewawancarai saya melanjutkan berbicara mengenai kisah seorang dokter sukses di Bali yang ada di jaman dulu. Ini kisah nyata. dokter yang sukses ini hanyalah dokter umum, namun ketika praktek antrian pasienya sangat panjang. Banyak pasien dokter tersebut yang mengatakan bahwa cukup bertemu dengan dokter tersebut sudah akan sembuh. Apa yang menjadi rahasia dokter tersebut? menurut pak manager, dokter ini memiliki keimanan yang kuat. Bahasa mudahnya, beliau sangat baik hati sehingga sangat dekat dengan tuhan.

Saya kemudian teringat akan cerita ayah saya mengenai salah seorang koleganya (seorang dokter spesialis). Kolega ayah saya ini mirip dengan kisah dokter di atas. Dokter spesialis ini pernah berbicara empat mata kepada ayah saya begini:

“apa yang anda cari dalam hidup ini?” Tanya dokter spesialis tersebut kepada ayah saya

dokter spesialis tersebut melanjutkan “ikhlaskan saja semuanya terjadi, semua yang terjadi di dunia ini sudah ada yang mengatur. Buktinya? Saya pernah memberikan obat kepada pasien saya secara sembarangan, namun ajaibnya pasien tersebut sembuh”

Ingatan saya mengenai keikhlasan ini mengingatkan saya tentang diskusi saya dengan seorang guru spiritual. Sesungguhnya apa sih ikhlas tersebut? guru spiritual saya berkata begini, ketika kita berdoa, katakanlah kepada tuhan,

“Tuhan apabila Engkau menginginkan saya tidak berada di dunia ini lagi, cabutlah nyawa saya saat ini juga! Namun apabila Engkau masih mengijinkan saya untuk hidup, tunjukanlah cahaya yang terang yang dapat menuntun saya dalam menjalani hidup ini.”

****
Pemikiran saya kembali melayang, dan terlintas pada cerita seorang teman saya seusai teman saya tersebut mengikuti pelatihan mengenai “art of living”. Terdapat pancasila dalam art of living, salah satu sila tersebut adalah:

“segala hal yang berlawanan, akan selalu berdampingan”

Saya awalnya sangat tidak percaya dengan hal ini, namun contoh sederhanaya sangat sering kita temukan di sekitar kita. Hujan adalah berkah bagi tanaman yang membutuhkan air, namun akan menjadi petaka ketika hujan menjadi banjir. Cahaya matahari sungguh hangat, memberikan tanaman kemampuan untuk melaksanakan fotosintesis, namun tidak jarang cahaya ini menjadi penyebab kebakaran hutan yang luas (ini saya dapatkan dari dokter Wayan Mustika di Entitas Sarwagatah). Saya pun baru menyadari, ternyata hal yang berlawanan-berdampingan bahkan, menciptakan suatu keharmonisan terdapat dalam ilmu kedokteran.


Gambar di atas (gambar 1) adalah gambaran electro cardiography (ECG) yang mengilustrasikan bagaimana kerja jantung kita. Ternyata terdapat gambaran/pola ECG yang naik dan turun pada manusia normal. Bila gambaran EKG ini hanya lurus saja maka seseorang telah meninggal (seperti yang sering terlihat pada film-film). Hal yang sama ditunjukan pada gambar 2. Gambar 2 adalah gambaran mengenai grafik nafas kita. Ketika kita menarik nafas maka garis dalam grafik akan naik. sebaliknya ketika kita mengeluarkan nafas maka garis dalam grafik akan menurun. Seorang manusia sehat memerlukan menarik nafas untuk mengambil oksigen dan mengeluarkan nafas untuk mengeluarkan karbon dioksida secara bergantian sehingga, akan terjadi grafik yang membentuk gelombang seperti pada gambar 2. Dapat disimpulkan keadaan naik dan turun pun terjadi dalam tubuh kita. Hal berlawanan tersebut yang membuat kita bisa hidup!

Seluruh kisah di atas membuat saya memiliki prinsip baru untuk menerima dan mensyukuri segala yang ada, persis tweet dari Pemulih Jiwa yang pernah saya re-tweet:

“Bahagia dan sedih adalah dua hal yang akan selalu bergantian, saat bahagia disyukuri, saat sedih belajar keikhlasan”

Mari jalani saja apa yang kita wajibkan dengan sungguh-sungguh, tidak perlu ada yang kita harapkan (yang kita lihat), selayaknya kisah saya sebelumnya:
“Tuhan tidak pernah tutup mata bila kita tulus dalam hal apapun”

Saya menerima pekerjaan tersebut!

Ajaibnya?

Manager tersebut memberikan penjelasan lebih detail, ternyata saya bekerja disana tidak terikat dengan kontrak yang mengharuskan saya bekerja lembur ditengah kegiatan belajar saya di kampus kedokteran. Saya diijinkan untuk menolak bila memang saya tidak bisa memenuhi panggilan kerja suatu hari nanti. Kalau dilihat secara positif, ini kesempatan yang baik untuk mngembangkan diri memang bukan untuk impian saya, namun untuk hal yang lebih tinggi, "menjalani hidup ini".

Terimakasih telah membaca kisah ini sampai selesai, semoga dapat menginspirasi anda.

Comments

Popular posts from this blog

Mulai menulis - terimakasih untuk orangtua saya, karena hari ini saya sudah 20 tahun bersama kasih sayang kalian

Tanggal 12 maret 2013 kemarin adalah hari ulang tahun saya yang ke 20 tahun. Sebuah hari yang sangat spesial bagi saya, karena kebetulan bertepatan dengan hari raya nyepi. Sebuah hari raya yang sangat saya sukai. Sebuah hari kelahiran yang sangat saya syukuri.
Saya menyukai hari raya nyepi karena ini satu-satunya hari raya yang tidak di rayakan. Tidak membuang energi untuk melakukan sesuatu hal, hanya cukup berdiam diri di dalam rumah. Tanpa lampu, tanpa beraktifitas, tanpa berinteraksi dengan tetangga, tanpa keluar rumah, dan tanpa menggunakan gadget (meskipun saya menggunakan untuk berterimakasih membalas ucapan selamat ulang tahun teman dan saudara saya). lalu apa yang kita lakukan dong? Hanya diam meng-sepi-kan lingkungan sesuai nama harinya, nyepi. Hal yang saya sukai dengan hari raya nyepi karena di hari ini kita dapat berterimakasih dengan tubuh kita yang sudah bekerja dengan penuh perjuangan selama 1 tahun dengan mengistirahatkan tubuh selama 1 hari penuh (hari raya nyepi dil…

#BukaInspirasi untuk 90 Hari Pertama UKM Anda

Keputusan yang Anda buat di awal bisnis (Usaha Kecil Menengah/UKM) berdampak pada laba dan rugi, bahagia dan sakit hati, kesuskesan dan kegagalan. Dalam artikel kali ini, saya merangkum apa yang Anda butuhkan untuk memulai dengan benar, termasuk rencana untuk 90 hari pertama memulai bisnis. Ada pula saran dari pengalaman nyata beberapa rekan pengusaha sukses yang saya kenal. Dilengkapi pula dengan checklist tindakan untuk menghemat uang Anda dimasa depan, dan jawaban atas rahasia keberhasilan dari sebuah bisnis. Saya tidak sabar untuk melihat apa yang Anda buat setelah membaca artikel ini. Mimpimu telah berakhir. Memulai bisnis dimulai hari ini September, artinya mendekati tahun 2019. Anda pasti telah lama membayangkan produk ciptaan Anda terjual di supermarket dan mencoba menjelaskan pada pemilik supermarket mengenai keunggulan kompetitif dari produk tersebut. Anggaplah tahun ini anda bertekad meluncurkan bisnis tersebut. Pasti anda mulai bingung harus mulainya dari mana bukan? Beriku…

Terapi Khusus dari ASUS

“ini dokter, saya sering sekali merasakan perih pada mata setelah main laptop” keluhan seorang pasien pagi ini, dengan matanya yang merah dan berair. Bekerja di puskesmas di Bali membuat saya kerap kali putar otak untuk mengobati keluhan di atas. Kami menyebutnya penyakit millennial. Penyakit akibat kemajuan teknologi ini semakin banyak terjadi, mulai dari keluhan pada mata, nyeri leher, hingga kekakuan pada jari. Kebetulan sebagian besar usia pasien dengan penyakit ini adalah kaum muda atau millennial yang telah akrab dengan teknologi sedari lahir. Namun sesungguhnya teknologi dapat memberi manfaat seperti yang saya lakukan dengan Laptop ASUS WX232D saya.
Kami menyebutnya sebagai Terapi ASUS. Nama ini terlahir dari laptop ASUS yang mempermudah terapi edukasi pada pasien tanpa batasan usia. Pada pasien tua ini menjadi daya tarik karena penyakit dapat dijelaskan lewat gambar dan animasi. Semakin menarik pada pasien anak-anak karena daya ingin tau yang membuat mereka betah menonton penjel…