Skip to main content

Tahun-tahun Perjuangan Sanitasi dan Air Bersih di Gianyar Bali

Hasil penelitian di tahun 2014 memulai petualangan 8 orang mahasiswa dalam memerangi penyakit akibat air yang tidak bersih. Penyakit tersebut merupakan soil transmitted helminth (cacing yang ditransmisikan dari tanah), karena akses terhadap air dan sanitasi yang kurang dapat meningkatkan pertumbuhan cacing tersebut.[1] Dampak penyakit cacing tersebut tidak main-main. Telah ditemukan beberapa kasus infeksi otak dan mata pada penderita di Bali, Indonesia.[2] Fenomena tersebut menggerakan para mahasiswa ini untuk menjalankan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang komperhensif dalam mencegah infeksi cacing, melalui sanitasi air.
Proporsi anak-anak di Indonesia yang tinggi dalam memerlukan pengobatan pencegahan akibat infeksi cacing
Petualangan mahasiswa tersebut dimulai dengan mengidentifikasi daerah dengan kasus cacing dan air bersih di Bali, yakni kabupaten Gianyar.[3] Kegiatan yang dilakukan selama 3 tahun ini berupa penyuluhan di desa, pemeriksaan langsung ke sumber air dan pemberdayaan pada beberapa sekolah di kabupaten ini.

Penyuluhan di desa dilakukan pada pusat kegiatan masyarakat, yakni Bale Banjar. Teknik penyuluhan dikombinasikan dengan seni lawak khas bali Bali, yakni bebondresan.[4] Penyuluhan tersebut berlangsung meriah, karena diselingi oleh lawakan khas Bali yang memudahkan informasi tersebut melekat pada penonton. Evaluasi dari penyuluhan tersebut dilakukan pada esok hari dengan datang ke rumah warga dan memastikan bahwa warga telah menjalankan pola hidup bersih dan sehat, seperti mengkonsumsi air yang telah dimasak.
Penyuluhan mengenai sanitasi dan airbersih yang berkolaborasi dengan babondresan
Mahasiswa tersebut juga menargetkan pemberdayaan pada sekolah SD, SMP dan SMA di kabupaten Gianyar. Sekolah menjadi target pemberdayaan karena ditemukanya oknum yang menggunakan es batu bukan dengan air matang sehingga memberikan risiko infeksi cacing yang tinggi pada anak sekolah.[5] Selain melalui minuman yang terkontaminasi, telur cacing juga dapat menginfeksi penderita melalui sayuran yang tidak dicuci bersih atau tidak matang, seperti pada lalapan.[6] Target pemberdayaan tersebut dilakukan pada pengelola kantin, pengawas kantin dan beberapa siswa sekolah agar pemberdayaan warga sekolah yang komperhensif dapat dicapai. Pengelola dan pengawas kantin diberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola kantin sehat, seperti memastikan minuman yang digunakan diperoleh dari sumber yang bersih dan selalu dimasak. Para siswa juga diberi pengetahuan mengenai teknik mengenali air bersih, alasan memilih air matang dan sehat, serta tindakan yang harus dilakukan bila terjadi penyakit akibat air yang terkontaminasi.
Pemberdayaan yang dilakukan pada pengelola kantin dan guru pembina kantin

Kepala sekolah di SMP Negeri 1 Gianyar sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh para mahasiswa ini. Beliau mengharapkan generasi muda seperti mahasiswa selalu memberikan contoh positif pada anak sekolah, agar memberikan inspirasi bagi siswa dalam memanfaatkan ilmu yang dimilikinya serta mengabdikan ilmu tersebut pada masyarakat.
Foto mahasiswa bersama kepala sekolah SMP Negeri 1 Gianyar



[1] Meredith ES, Stephanie O, Danny H, David GA, Courtney MG, Matthew CF. Effect of Water, Sanitation, and Hygiene on the Prevention of Trachoma: A Systematic Review and Meta-Analysis. PLOS. Published: February 25, 2014. http://dx.doi.org/10.1371/journal.pmed.1001605
[2] Wandra, T., Swastika, K., Dharmawan, N. S., Purba, I. E., Sudarmaja, I. M., Yoshida, T., … Ito, A. (2015). The present situation and towards the prevention and control of neurocysticercosis on the tropical island, Bali, Indonesia. Parasites & Vectors, 8, 148. http://doi.org/10.1186/s13071-015-0755-z
[3] NS Dharmawan, I Dwinata, K Swastika, dkk. Studi Biologi Perkembangan Metacestoda Taenia Saginata Pada Sapi Bali (BIOLOGICAL STUDIES OF Taenia Saginata METACESTODA DEVELOPMENT IN BALI… Buletin Veteriner …, 2016 - http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/19673
[4] IGN Krisna, J Ismail, YS Prabandari. Pengaruh Media Tradisional Bebondresan Dalam Mempromosikan Penanganan TB Paru di Kabupaten Gianyar= Influence of Bebondresan Traditional Media … Sains Kesehatan, 2006. http://i-lib.ugm.ac.id/jurnal/detail.php?dataId=21
[5] A Fendriyanto, IBM Oka, KK Agustina. Identifikasi dan Prevalensi Cacing Nematoda Saluran Pencernaan pada Anak Babi di Bali. Indonesia Medicus Veterinus, 2015. http://ojs.unud.ac.id/index.php/imv/article/view/17563
[6] B Kurniawan, S Mustofa. Identifikasi Telur Soil Transmitted Helminths Pada Lalapan Kubis (Brassica Oleracea) Di Warung-Warung Makan Universitas Lampung. Majority, 2014 - juke.kedokteran.unila.ac.id. http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/223

Comments

Popular posts from this blog

Mulai menulis - terimakasih untuk orangtua saya, karena hari ini saya sudah 20 tahun bersama kasih sayang kalian

Tanggal 12 maret 2013 kemarin adalah hari ulang tahun saya yang ke 20 tahun. Sebuah hari yang sangat spesial bagi saya, karena kebetulan bertepatan dengan hari raya nyepi. Sebuah hari raya yang sangat saya sukai. Sebuah hari kelahiran yang sangat saya syukuri.
Saya menyukai hari raya nyepi karena ini satu-satunya hari raya yang tidak di rayakan. Tidak membuang energi untuk melakukan sesuatu hal, hanya cukup berdiam diri di dalam rumah. Tanpa lampu, tanpa beraktifitas, tanpa berinteraksi dengan tetangga, tanpa keluar rumah, dan tanpa menggunakan gadget (meskipun saya menggunakan untuk berterimakasih membalas ucapan selamat ulang tahun teman dan saudara saya). lalu apa yang kita lakukan dong? Hanya diam meng-sepi-kan lingkungan sesuai nama harinya, nyepi. Hal yang saya sukai dengan hari raya nyepi karena di hari ini kita dapat berterimakasih dengan tubuh kita yang sudah bekerja dengan penuh perjuangan selama 1 tahun dengan mengistirahatkan tubuh selama 1 hari penuh (hari raya nyepi dil…

#BukaInspirasi untuk 90 Hari Pertama UKM Anda

Keputusan yang Anda buat di awal bisnis (Usaha Kecil Menengah/UKM) berdampak pada laba dan rugi, bahagia dan sakit hati, kesuskesan dan kegagalan. Dalam artikel kali ini, saya merangkum apa yang Anda butuhkan untuk memulai dengan benar, termasuk rencana untuk 90 hari pertama memulai bisnis. Ada pula saran dari pengalaman nyata beberapa rekan pengusaha sukses yang saya kenal. Dilengkapi pula dengan checklist tindakan untuk menghemat uang Anda dimasa depan, dan jawaban atas rahasia keberhasilan dari sebuah bisnis. Saya tidak sabar untuk melihat apa yang Anda buat setelah membaca artikel ini. Mimpimu telah berakhir. Memulai bisnis dimulai hari ini September, artinya mendekati tahun 2019. Anda pasti telah lama membayangkan produk ciptaan Anda terjual di supermarket dan mencoba menjelaskan pada pemilik supermarket mengenai keunggulan kompetitif dari produk tersebut. Anggaplah tahun ini anda bertekad meluncurkan bisnis tersebut. Pasti anda mulai bingung harus mulainya dari mana bukan? Beriku…

Terapi Khusus dari ASUS

“ini dokter, saya sering sekali merasakan perih pada mata setelah main laptop” keluhan seorang pasien pagi ini, dengan matanya yang merah dan berair. Bekerja di puskesmas di Bali membuat saya kerap kali putar otak untuk mengobati keluhan di atas. Kami menyebutnya penyakit millennial. Penyakit akibat kemajuan teknologi ini semakin banyak terjadi, mulai dari keluhan pada mata, nyeri leher, hingga kekakuan pada jari. Kebetulan sebagian besar usia pasien dengan penyakit ini adalah kaum muda atau millennial yang telah akrab dengan teknologi sedari lahir. Namun sesungguhnya teknologi dapat memberi manfaat seperti yang saya lakukan dengan Laptop ASUS WX232D saya.
Kami menyebutnya sebagai Terapi ASUS. Nama ini terlahir dari laptop ASUS yang mempermudah terapi edukasi pada pasien tanpa batasan usia. Pada pasien tua ini menjadi daya tarik karena penyakit dapat dijelaskan lewat gambar dan animasi. Semakin menarik pada pasien anak-anak karena daya ingin tau yang membuat mereka betah menonton penjel…