Bayangkan diri anda seorang fotografer yang ingin memiliki satu kamera dengan berbagai macam lensa. Beberapa tahun yang lalu anda pasti memilih kamera DSLR, apalagi jenis kamera ini sangat mudah didapatkan dan membuat anda tampil profesional. Namun sejak tahun 2009 Olympus merubah segalanya dengan mengeluarkan kamera mirrorless pertama dengan seri Pen E-P1.

Compact System Cameras (CSC) atau yang akrab dikenal dengan kamera mirrorless rupanya menjadi “jagoan” karena kamera ini memiliki ukuran yang kecil, lebih ringan, dan secara mekanis lebih sederhana. Kamera ini juga dijuluki sebagai kamera super-ringkas dalam penggunaanya, dibandingkan kamera DSLR (Digital Single-Lens Reflex) yang menyandang predikat rumit. Para penikmat dan professional fotografi rupanya memiliki opini yang meyakinkan untuk menggunakan kamera ringkas ini. Pertama dari segi kualitas gambar, dinilai dapat disandingkan dengan DSLR; kedua fitur dan penggunaanya dapat disandingkan, dan aspek ketiga (yang paling penting) kamera generasi baru ini juga memiliki berbagai jenis lensa yang sama dengan lensa DSLR.

Namun apakah dengan tiga keunggulan tersebut kamera mirrorless dinilai mampu menyamai kamera DSLR? Atau apakah kamera mirrorless lebih baik dari DSLR? Untuk membantu anda menentukanya, dalam dibawah ini terdapat beberapa poin penting yang berguna anda gunakan dalam fotografi sehari-hari.


1.       Harga

Kamera dengan ukuran kecil dan simpel ternyata tidak membuat harga kamera ini lebih murah. Bila anda ingin mencari kamera dengan fitur lengkap namun dengan harga yang murah, pilihan tersebut jatuh pada kamera DSLR. Contohnya kamera DSLR Nikon D330 24 Megapixel dengan teknologi sensor APS-C telah dilengkapi dengan viewfinder, kontrol manual, dan baterai yang mampu bertahan hingga 700 kali foto. Kamera CSC dengan harga yang sama sayangnya tidak memiliki resolusi yang sebanding dengan DSLR tersebut, disamping baterai yang lebih lemah serta CSC dengan harga murah tidak memiliki teknologi viewfinders. Namun bila anda memiliki uang yang banyak anda akan mendapatkan kamera yang secara umum memiliki fitur, performa, dan power yang sama.

Dengan harga yang murah anda akan mendapatkan kamera DSLR yang lebih baik, karena kamera CSC yang murah tidak sebaik DSLR yang murah.



2.       Kekuatan Batrai

Bagi anda yang hobi traveling dengan membawa kamera, memilih kamera berbaterai daya besar pasti menjadi pertimbangan Utama anda. Kamera Nikon D7200 DSLR mampu mengambil gambar sebanyak 1.100 foto hanya dalam satu kali pengisian baterai, sementara Fuji X-T1 (CSC yang sekelas dengan Nikon D7200) ternyata hanya mampu mengambil 350 foto sebelum baterai kamera ini habis. Pola ini selalu sama dengan berbagai DSLR dan CSC lainya yang sebanding. Kamera DSLR kembali menjadi pemenang dengan daya baterai yang lebih besar dibandingkan CSC.



3.       Ukuran dan berat

Tampil ramping dan ringkas membuat kamera mirrorless ini selalu menjadi lebih diminati, namun berhati-hatilah karena berat yang sesungguhnya akan anda rasakan ketika anda telah menghitung berat kamera dan juga berbagai macam lensanya. Masalah yang umumnya ditemui adalah kamera mirrorless dengan tipe APS-C, yaitu ukuran kamera yang ramping namun perlengkapan lensa yang besar dan berat. Mengatasi problem tersebut, beberapa produsen CSC kini hadir dengan kemampuan power-zoom atau teknologi lensa retractable, namun sayangnya lensa tersebut masih belum berguna bila anda tipe fotografer yang memerlukan berbagai jenis lensa.

Kamera Panasonic dan Olympus memang memiliki beberapa keuntungan dalam ukuran dan berat ini. Teknologi Micro Four Thirds sensor kedua produsen ini mampu membuat CSC mereka memiliki lensa yang lebih kecil dan ringan.



4.       Lensa

Jika anda menyukai fotografi dengan pilihan lensa yang selebar mungkin, maka pilihan kamera yang terbaik jatuh pada Canon atau Nikon DSLR. Kamera mirrorless memang sedang dalam tahapan menandingi pendahulunya tersebut. Sony telah berhasil memproduksi kamera mirrorless dengan lensa yang memiliki performa aperture zoom konstan, disamping Panasonic dan Olympus dengan teknologi format Micro Four Thirds-nya telah dilengkapi dengan berbagai jenis lensa.



5.       Video

Kebanyakan proses pengambilan film (shooting video) saat ini masih menggunakan DSLR, namun hal tersebut hanya akibat dari pasar professional yang masih bersifat konservatif, dibandingkan karena alasan teknologi. DSLR merupakan kamera yang pertama kali memberikan nuansa video HD dan full HD professional, apalagi dikombinasikan dengan rentang lensa yang begitu luas, aksesoris yang lengkap, sistem yang stabil, ditambah dengan dukungan dari pabrik yang bersifat jangka panjang. Itulah alasan mengapa DSLR masih dipilih lebih banyak dalam proses pembuatan film.

Padahal industri kamera saat ini mulai tertarik untuk mengembangkan teknologi kamera mirrorless, seperti 4K video, live view autofocus yang efisien dan kecepatan penulisan serta pemrosesan data yang tercepat. Panasonic dengan seri GH4 sebagai contoh telah memberikan dampak yang besar dalam dunia kamera video yang mampu menghasilkan gambar yang sama dengan kamera film profesional dibandingkan kamera yang dikondisikan untuk meliput video.



6.       Fitur

Antara DSLR dan CSC sangat sesungguhnya sangat sulit untuk dibandingkan dalam hal perbedaan fitur kendali fotografi. Kedua jenis kamera ini dapat dikontrol secara manual sepenuhnya dalam hal exposure, fokus dan memotret file raw atau JPEG. Kontrol layout pun terkesan sama antara kedua spesies kamera ini. Kelas terendah dari kedua jenis kamera ini juga sama-sama mengurangi kontrol manual dan lebih bersifat otomatis. Hanya terdapat satu hal yang dapat dibandingkan antara kedua jenis kamera ini dalam kelas yang sama, yaitu pada teknologi viewfinders. DSLR memiliki teknologi viewfinders, namun CSC dengan harga murah tidak memilikinya.



Perbedaan teknis antara DSLR dan CSC diatas bukan merupakan satu-satunya hal yang anda butuhkan untuk memutuskan kamera yang terbaik. Teknik kuno yang paling menjanjikan adalah mencoba menggunakan kedua kamera ini, kemudian memilih yang paling nyaman untuk anda gunakan. Mungkin anda lebih memilih DSLR dengan teknologi viewfindernya, atau menyukai ringan dan kemudahan yang diberikan CSC. Semua pilihan tersebut kembali pada anda.

Kamera SLR atau mirrorless? ketahui 6 perbedaanya


Bayangkan diri anda seorang fotografer yang ingin memiliki satu kamera dengan berbagai macam lensa. Beberapa tahun yang lalu anda pasti memilih kamera DSLR, apalagi jenis kamera ini sangat mudah didapatkan dan membuat anda tampil profesional. Namun sejak tahun 2009 Olympus merubah segalanya dengan mengeluarkan kamera mirrorless pertama dengan seri Pen E-P1.

Compact System Cameras (CSC) atau yang akrab dikenal dengan kamera mirrorless rupanya menjadi “jagoan” karena kamera ini memiliki ukuran yang kecil, lebih ringan, dan secara mekanis lebih sederhana. Kamera ini juga dijuluki sebagai kamera super-ringkas dalam penggunaanya, dibandingkan kamera DSLR (Digital Single-Lens Reflex) yang menyandang predikat rumit. Para penikmat dan professional fotografi rupanya memiliki opini yang meyakinkan untuk menggunakan kamera ringkas ini. Pertama dari segi kualitas gambar, dinilai dapat disandingkan dengan DSLR; kedua fitur dan penggunaanya dapat disandingkan, dan aspek ketiga (yang paling penting) kamera generasi baru ini juga memiliki berbagai jenis lensa yang sama dengan lensa DSLR.

Namun apakah dengan tiga keunggulan tersebut kamera mirrorless dinilai mampu menyamai kamera DSLR? Atau apakah kamera mirrorless lebih baik dari DSLR? Untuk membantu anda menentukanya, dalam dibawah ini terdapat beberapa poin penting yang berguna anda gunakan dalam fotografi sehari-hari.


1.       Harga

Kamera dengan ukuran kecil dan simpel ternyata tidak membuat harga kamera ini lebih murah. Bila anda ingin mencari kamera dengan fitur lengkap namun dengan harga yang murah, pilihan tersebut jatuh pada kamera DSLR. Contohnya kamera DSLR Nikon D330 24 Megapixel dengan teknologi sensor APS-C telah dilengkapi dengan viewfinder, kontrol manual, dan baterai yang mampu bertahan hingga 700 kali foto. Kamera CSC dengan harga yang sama sayangnya tidak memiliki resolusi yang sebanding dengan DSLR tersebut, disamping baterai yang lebih lemah serta CSC dengan harga murah tidak memiliki teknologi viewfinders. Namun bila anda memiliki uang yang banyak anda akan mendapatkan kamera yang secara umum memiliki fitur, performa, dan power yang sama.

Dengan harga yang murah anda akan mendapatkan kamera DSLR yang lebih baik, karena kamera CSC yang murah tidak sebaik DSLR yang murah.



2.       Kekuatan Batrai

Bagi anda yang hobi traveling dengan membawa kamera, memilih kamera berbaterai daya besar pasti menjadi pertimbangan Utama anda. Kamera Nikon D7200 DSLR mampu mengambil gambar sebanyak 1.100 foto hanya dalam satu kali pengisian baterai, sementara Fuji X-T1 (CSC yang sekelas dengan Nikon D7200) ternyata hanya mampu mengambil 350 foto sebelum baterai kamera ini habis. Pola ini selalu sama dengan berbagai DSLR dan CSC lainya yang sebanding. Kamera DSLR kembali menjadi pemenang dengan daya baterai yang lebih besar dibandingkan CSC.



3.       Ukuran dan berat

Tampil ramping dan ringkas membuat kamera mirrorless ini selalu menjadi lebih diminati, namun berhati-hatilah karena berat yang sesungguhnya akan anda rasakan ketika anda telah menghitung berat kamera dan juga berbagai macam lensanya. Masalah yang umumnya ditemui adalah kamera mirrorless dengan tipe APS-C, yaitu ukuran kamera yang ramping namun perlengkapan lensa yang besar dan berat. Mengatasi problem tersebut, beberapa produsen CSC kini hadir dengan kemampuan power-zoom atau teknologi lensa retractable, namun sayangnya lensa tersebut masih belum berguna bila anda tipe fotografer yang memerlukan berbagai jenis lensa.

Kamera Panasonic dan Olympus memang memiliki beberapa keuntungan dalam ukuran dan berat ini. Teknologi Micro Four Thirds sensor kedua produsen ini mampu membuat CSC mereka memiliki lensa yang lebih kecil dan ringan.



4.       Lensa

Jika anda menyukai fotografi dengan pilihan lensa yang selebar mungkin, maka pilihan kamera yang terbaik jatuh pada Canon atau Nikon DSLR. Kamera mirrorless memang sedang dalam tahapan menandingi pendahulunya tersebut. Sony telah berhasil memproduksi kamera mirrorless dengan lensa yang memiliki performa aperture zoom konstan, disamping Panasonic dan Olympus dengan teknologi format Micro Four Thirds-nya telah dilengkapi dengan berbagai jenis lensa.



5.       Video

Kebanyakan proses pengambilan film (shooting video) saat ini masih menggunakan DSLR, namun hal tersebut hanya akibat dari pasar professional yang masih bersifat konservatif, dibandingkan karena alasan teknologi. DSLR merupakan kamera yang pertama kali memberikan nuansa video HD dan full HD professional, apalagi dikombinasikan dengan rentang lensa yang begitu luas, aksesoris yang lengkap, sistem yang stabil, ditambah dengan dukungan dari pabrik yang bersifat jangka panjang. Itulah alasan mengapa DSLR masih dipilih lebih banyak dalam proses pembuatan film.

Padahal industri kamera saat ini mulai tertarik untuk mengembangkan teknologi kamera mirrorless, seperti 4K video, live view autofocus yang efisien dan kecepatan penulisan serta pemrosesan data yang tercepat. Panasonic dengan seri GH4 sebagai contoh telah memberikan dampak yang besar dalam dunia kamera video yang mampu menghasilkan gambar yang sama dengan kamera film profesional dibandingkan kamera yang dikondisikan untuk meliput video.



6.       Fitur

Antara DSLR dan CSC sangat sesungguhnya sangat sulit untuk dibandingkan dalam hal perbedaan fitur kendali fotografi. Kedua jenis kamera ini dapat dikontrol secara manual sepenuhnya dalam hal exposure, fokus dan memotret file raw atau JPEG. Kontrol layout pun terkesan sama antara kedua spesies kamera ini. Kelas terendah dari kedua jenis kamera ini juga sama-sama mengurangi kontrol manual dan lebih bersifat otomatis. Hanya terdapat satu hal yang dapat dibandingkan antara kedua jenis kamera ini dalam kelas yang sama, yaitu pada teknologi viewfinders. DSLR memiliki teknologi viewfinders, namun CSC dengan harga murah tidak memilikinya.



Perbedaan teknis antara DSLR dan CSC diatas bukan merupakan satu-satunya hal yang anda butuhkan untuk memutuskan kamera yang terbaik. Teknik kuno yang paling menjanjikan adalah mencoba menggunakan kedua kamera ini, kemudian memilih yang paling nyaman untuk anda gunakan. Mungkin anda lebih memilih DSLR dengan teknologi viewfindernya, atau menyukai ringan dan kemudahan yang diberikan CSC. Semua pilihan tersebut kembali pada anda.

No comments:

Post a Comment