Selama bertahun tahun video game dianggap sebagai malapetaka bagi seorang anak, karena teror kebodohan yang diakibatkan oleh permainan modern ini. Namun tidak sedikit ilmuan menemukan bahwa banyak dampak positif video game terhadap otak, seperti bertambahnya kecerdasan visuospatial & kemampuan kognitif seorang anak. Para ilmuan neurosains (saraf dan otak) telah berdebat selama beberapa dekade mengenai dampak video game terhadap otak, mereka memperdebatkan apakah videogame cenderung berdampak negatif atau positif? Namun kini perdebatan itu telah diselesaikan oleh seorang ilmuan Spanyol.

Marc Palaus & beberapa Ilmuan neurosains dari Universitas Oberta de Catalunya Spanyol membuat riset berupa systematic research yang mengakhiri perdebatan dampak video game terhadap otak. Risetnya yang diterbitkan berbagai jurnal internasional populer rupanya akan merubah pandangan kita mengenai dampak video game terhadap kecerdasan manusia.


Marc Palaus mencoba mengakhiri perdebatan diantara ilmuan neurosains dengan mengumpulkan sejumlah 116 riset mengenai “game dan otak” yang telah dilakukan oleh ratusan ilmuan dari berbagai bidang ilmu sejak tahun 1980 hingga 2017. Para peneliti membandingkan otak para pemain game dengan mereka yang tidak pernah bermain game sama sekali. Perbedaan otak dinilai dengan menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging) dan EEG (Electro Encephalography) yang mampu mengukur perbedaan aktivitas otak baik secara morfologi maupun fungsional. Dari hasil perbandingan tersebut maka didapatkan hasil sebagai berikut.
Video game memang mempengaruhi prilaku seseorang namun bukan menjadi penyebab seseorang bertindak ekstrem seperti kriminalitas yang terjadi. Pemain game cenderung lebih agresif dibandingkan orang normal karena pengaruh tayangan dalam game tersebut. Namun seluruh kejadian kriminal di dunia tidak pernah berkaitan dengan seseorang yang bermain video game bukan? Hal tersebut karena otak manusia pada dasarnya mampu membedakan realita dan virtual. Manusia bisa membedakan mana hal yang hanya bisa dilakukan dalam video game, dan mana yang berlaku pada dunia nyata. Sedangkan kriminalitas yang terjadi lebih berkaitan atau dipicu oleh faktor sosial dan ekonomi dari seorang pelaku tindakan kriminal.
Video game masih memiliki dampak buruk meskipun sekaligus memiliki dampak baik yang menabjubkan bagi otak. Dampak terburuk dari video game adalah terjadinya kecanduan dan penggunaan game yang berlebihan karena terpengaruhnya reward circuit dalam otak, dan mengganggu fungsi otak bagian frontal sehingga penyusunan rencana & penyelesaian masalah seseorang pecandu game akan terganggu. Kebanyakan para pecandu game akan menunda pekerjaan/kewajiban mereka ketika dibutakan oleh kenikmatan permainan modern ini. Efek candu terkuat timbul ketika seorang bermain multiplayer karena interaksi sosial melipatgandakan rasa bahagia dalam game dibandingkan hanya bermain dengan komputer.
Bertolak dari teror kecanduan tersebut, video game ternyata mampu membuat kemampuan otak seorang manusia mencapai 100%. Anggapan Einstein mengenai manusia yang hanya mampu menggunakan 10% otaknya, dapat didobrak dengan bermain video game. Tingkat kesulitan yang bertingkat hingga variasi permainan tak terbatas membuat seorang mampu mencurahkan seluruh kemampuan berpikirnya hingga mencapai 100%. Video game dinyatakan sebagai alat untuk latihan kognitif yang efektif untuk mengembangkan daya pikir seseorang. Permainan modern ini juga dapat memperbaiki kemampuan seseorang dalam penyelesaian masalah, memfasilitasi proses belajar, meningkatkan skill visuospasial, sehingga secara umum dapat meningkatkan kecerdasan seseorang.
Manfaat video game pada otak tersebut rupanya dilirik oleh para tenaga kesehatan untuk menyembuhkan penyakit yang menggerogoti otak manusia, seperti stroke. Beberapa rumah sakit di dunia nyatanya telah menggunakan video game sebagai alat rehabilitasi pasien stroke. Dengan adanya hasil penelitian tersebut maka peluang game sebagai alat penyembuh gangguan otak dapat semakin besar, serta anggapan buruk tentang permainan modern ini dapat disingkirkan.

Cerdaskan Otak dengan Video Game


Selama bertahun tahun video game dianggap sebagai malapetaka bagi seorang anak, karena teror kebodohan yang diakibatkan oleh permainan modern ini. Namun tidak sedikit ilmuan menemukan bahwa banyak dampak positif video game terhadap otak, seperti bertambahnya kecerdasan visuospatial & kemampuan kognitif seorang anak. Para ilmuan neurosains (saraf dan otak) telah berdebat selama beberapa dekade mengenai dampak video game terhadap otak, mereka memperdebatkan apakah videogame cenderung berdampak negatif atau positif? Namun kini perdebatan itu telah diselesaikan oleh seorang ilmuan Spanyol.

Marc Palaus & beberapa Ilmuan neurosains dari Universitas Oberta de Catalunya Spanyol membuat riset berupa systematic research yang mengakhiri perdebatan dampak video game terhadap otak. Risetnya yang diterbitkan berbagai jurnal internasional populer rupanya akan merubah pandangan kita mengenai dampak video game terhadap kecerdasan manusia.


Marc Palaus mencoba mengakhiri perdebatan diantara ilmuan neurosains dengan mengumpulkan sejumlah 116 riset mengenai “game dan otak” yang telah dilakukan oleh ratusan ilmuan dari berbagai bidang ilmu sejak tahun 1980 hingga 2017. Para peneliti membandingkan otak para pemain game dengan mereka yang tidak pernah bermain game sama sekali. Perbedaan otak dinilai dengan menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging) dan EEG (Electro Encephalography) yang mampu mengukur perbedaan aktivitas otak baik secara morfologi maupun fungsional. Dari hasil perbandingan tersebut maka didapatkan hasil sebagai berikut.
Video game memang mempengaruhi prilaku seseorang namun bukan menjadi penyebab seseorang bertindak ekstrem seperti kriminalitas yang terjadi. Pemain game cenderung lebih agresif dibandingkan orang normal karena pengaruh tayangan dalam game tersebut. Namun seluruh kejadian kriminal di dunia tidak pernah berkaitan dengan seseorang yang bermain video game bukan? Hal tersebut karena otak manusia pada dasarnya mampu membedakan realita dan virtual. Manusia bisa membedakan mana hal yang hanya bisa dilakukan dalam video game, dan mana yang berlaku pada dunia nyata. Sedangkan kriminalitas yang terjadi lebih berkaitan atau dipicu oleh faktor sosial dan ekonomi dari seorang pelaku tindakan kriminal.
Video game masih memiliki dampak buruk meskipun sekaligus memiliki dampak baik yang menabjubkan bagi otak. Dampak terburuk dari video game adalah terjadinya kecanduan dan penggunaan game yang berlebihan karena terpengaruhnya reward circuit dalam otak, dan mengganggu fungsi otak bagian frontal sehingga penyusunan rencana & penyelesaian masalah seseorang pecandu game akan terganggu. Kebanyakan para pecandu game akan menunda pekerjaan/kewajiban mereka ketika dibutakan oleh kenikmatan permainan modern ini. Efek candu terkuat timbul ketika seorang bermain multiplayer karena interaksi sosial melipatgandakan rasa bahagia dalam game dibandingkan hanya bermain dengan komputer.
Bertolak dari teror kecanduan tersebut, video game ternyata mampu membuat kemampuan otak seorang manusia mencapai 100%. Anggapan Einstein mengenai manusia yang hanya mampu menggunakan 10% otaknya, dapat didobrak dengan bermain video game. Tingkat kesulitan yang bertingkat hingga variasi permainan tak terbatas membuat seorang mampu mencurahkan seluruh kemampuan berpikirnya hingga mencapai 100%. Video game dinyatakan sebagai alat untuk latihan kognitif yang efektif untuk mengembangkan daya pikir seseorang. Permainan modern ini juga dapat memperbaiki kemampuan seseorang dalam penyelesaian masalah, memfasilitasi proses belajar, meningkatkan skill visuospasial, sehingga secara umum dapat meningkatkan kecerdasan seseorang.
Manfaat video game pada otak tersebut rupanya dilirik oleh para tenaga kesehatan untuk menyembuhkan penyakit yang menggerogoti otak manusia, seperti stroke. Beberapa rumah sakit di dunia nyatanya telah menggunakan video game sebagai alat rehabilitasi pasien stroke. Dengan adanya hasil penelitian tersebut maka peluang game sebagai alat penyembuh gangguan otak dapat semakin besar, serta anggapan buruk tentang permainan modern ini dapat disingkirkan.

No comments:

Post a Comment