Selama ratusan tahun, penyakit kanker telah menjadi mesin pembunuh tersukses didunia. Para ilmuan berlomba-lomba dalam mengembangkan berbagai teknik penyembuhan, seperti pengembangan teknik pemanfaatan interaksi virus dan sistem kekebalan tubuh yang disebut imunoterapi.


Profesor Daniel Pinschewer penemu virus buatan yang berhasil mempersenjatai sistem imun untuk membunuh sel kanker mempublikasikan penemuanya di jurnal internasional pada pertengahan tahun 2017 lalu. Hasil penelitianya selama bertahun-tahun menemukan hasil yang menjanjikan untuk kesembuhan para penderita kanker di dunia. Bagaimana cara virus buatan temuanya tersebut bekerja?

Untuk memahaminya kita perlu mengenal mengenai imunoterapi. Terapi ini merupakan teknik pengobatan yang hanya mengerahkan kemampuan sistem imun kita dalam membasmi sel kanker, berbeda dengan kemoterapi yang menggunakan obat atau radioterapi yang menggunakan gelombang radiasi. Salah satu contoh imunoterapi adalah suntikan anti bisa ular atau serum anti rabies.

Profesor Daniel menguji temuanya pada binatang dengan menyuntikan sebuah virus ringan sejenis virus flu, yang mana dalam virus telah dimasukan molekul sel tumor. Virus yang digunakan adalah lymphocytic choriomeningitis, yaitu virus pada tikus yang telah dilemahkan. Tentunya virus tersebut jauh lebih jinak dibandingkan virus liar.

Dengan memasukan molekul sel kanker pada virus tersebut, maka sel imun tidak lagi kebingungan dalam menemukan sel kanker, karena kemiripan sel jahat tersebut dengan sel normal. Penelitian professor ini merupakan satu-satunya virus buatan yang berhasil memperbanyak jumlahnya dalam tubuh hewan coba (replikasi) dan sukses memicu sistem imun melumpuhkan penyakit kanker. Sel imun kita selama jutaan tahun memenangkan peperangan terhadap virus dan bakteri, dan kini saatnya membuat sistem imun menghadapi penyakit kanker seperti infeksi virus.

Teknik ini dapat diterapkan pada segala jenis penyakit kanker, asalkan molekul khas dari sel kanker telah teridentifikasi. Tentunya pemilihan molekul pada sel kanker harus dilakukan secara selektif untuk menemukan molekul yang terdapat pada sel sehat. Semua ini bertujuan agar tidak terjadi ‘senjata makan tuan’ yaitu sistem imun justru menyerang sel sehat yang ada pada manusia. Setelah virus berhasil diciptakan kemudian diperbanyak (kultur) pada sel dan siap dijadikan pilihan terapi kanker masadepan.

Sumber:

Virus Pembasmi Penyakit Kanker




Selama ratusan tahun, penyakit kanker telah menjadi mesin pembunuh tersukses didunia. Para ilmuan berlomba-lomba dalam mengembangkan berbagai teknik penyembuhan, seperti pengembangan teknik pemanfaatan interaksi virus dan sistem kekebalan tubuh yang disebut imunoterapi.


Profesor Daniel Pinschewer penemu virus buatan yang berhasil mempersenjatai sistem imun untuk membunuh sel kanker mempublikasikan penemuanya di jurnal internasional pada pertengahan tahun 2017 lalu. Hasil penelitianya selama bertahun-tahun menemukan hasil yang menjanjikan untuk kesembuhan para penderita kanker di dunia. Bagaimana cara virus buatan temuanya tersebut bekerja?

Untuk memahaminya kita perlu mengenal mengenai imunoterapi. Terapi ini merupakan teknik pengobatan yang hanya mengerahkan kemampuan sistem imun kita dalam membasmi sel kanker, berbeda dengan kemoterapi yang menggunakan obat atau radioterapi yang menggunakan gelombang radiasi. Salah satu contoh imunoterapi adalah suntikan anti bisa ular atau serum anti rabies.

Profesor Daniel menguji temuanya pada binatang dengan menyuntikan sebuah virus ringan sejenis virus flu, yang mana dalam virus telah dimasukan molekul sel tumor. Virus yang digunakan adalah lymphocytic choriomeningitis, yaitu virus pada tikus yang telah dilemahkan. Tentunya virus tersebut jauh lebih jinak dibandingkan virus liar.

Dengan memasukan molekul sel kanker pada virus tersebut, maka sel imun tidak lagi kebingungan dalam menemukan sel kanker, karena kemiripan sel jahat tersebut dengan sel normal. Penelitian professor ini merupakan satu-satunya virus buatan yang berhasil memperbanyak jumlahnya dalam tubuh hewan coba (replikasi) dan sukses memicu sistem imun melumpuhkan penyakit kanker. Sel imun kita selama jutaan tahun memenangkan peperangan terhadap virus dan bakteri, dan kini saatnya membuat sistem imun menghadapi penyakit kanker seperti infeksi virus.

Teknik ini dapat diterapkan pada segala jenis penyakit kanker, asalkan molekul khas dari sel kanker telah teridentifikasi. Tentunya pemilihan molekul pada sel kanker harus dilakukan secara selektif untuk menemukan molekul yang terdapat pada sel sehat. Semua ini bertujuan agar tidak terjadi ‘senjata makan tuan’ yaitu sistem imun justru menyerang sel sehat yang ada pada manusia. Setelah virus berhasil diciptakan kemudian diperbanyak (kultur) pada sel dan siap dijadikan pilihan terapi kanker masadepan.

Sumber:

No comments:

Post a Comment