Pernahkah anda terbangun tiba-tiba ditengah malam karena nyeri pada otot anda? hampir 95% orang dewasa di dunia pernah mengalami kejadian tersebut, yang sering disebut sebagai kram otot. Simak sembilan cara mencegahnya dalam artikel ini

Kram otot terjadi ketika otot anda mulai berkontraksi sendiri tanpa kita kendalikan. Rasa sakit, yang dapat berlangsung dari beberapa detik hingga 15 menit atau bahkan lebih lama, bisa menjadi intens, meskipun kram tidak menunjukkan masalah medis yang serius. Penyakit ini sering muncul ketika otot dipaksa dalam latihan berlebihan atau ketika otot bekerja untuk menahan posisi tubuh dalam waktu lama. Kram bisa menyerang seluruh otot kita, meskipun otot kaki menjadi yang paling sering terkena, seperti otot betis, paha belakang, dan paha depan. hampir 95% orang dewasa di dunia mengalami masalah kesehatan ini. Berikut sembilan cara mencegah dan menyembuhkanya bila terjadi pada anda.





Latihan/pemanasan
Otot yang kuat lebih mampu menahan stres ketika menerima beban yang berat, dan menjaga kesehatan otot sangatlah penting pada lansia, karena kehilangan otot sangat berkaitan dengan otot yang jarang digunakan. "Otot yang terbiasa berolahraga memiliki sedikit kemungkinan mengaami kelelahan, yang merupakan faktor utama dalam kram," kata Elizabeth Matzkin, kepala kedokteran olahraga wanita di Harvard Medical School. Jika Anda memulai jenis olahraga baru, aturlah beban olahraga anda secara bertahap untuk meminimalkan kejadian kram.





Penuhi kebutuhan cairan
Otot membutuhkan air untuk berkontraksi dengan baik, sehingga dehidrasi dapat meningkatkan risiko kram, terutama dalam kondisi panas. Pernahkah anda menngalami kram dimalam hari, yang membangunkan Anda hingga melompat dari tempat tidur? kejadian tersebut mungkin karena dehidrasi yang terjadi saat Anda tidur. Umumnya, wanita membutuhkan sekitar 9 gelas air sehari; pria membutuhkan sekitar 13 gelas, dan kebutuhan tersebut dipengaruhi oleh tingkat aktivitas, kebiasaan makan (asupan garam, cairan dalam makanan), dan faktor lainnya.
Elektrolit
Mineral seperti kalium, magnesium, kalsium, dan natrium mengatur aliran saraf yang memicu kontraksi otot. “Kekurangan atau kehilangan melalui keringat dapat menyebabkan otot kehilangan mineral,” kata Joseph Herrera, ketua departemen obat rehabilitasi di Mount Sinai Health System. Maka, makanlah berbagai makanan kaya mineral seperti susu, buah, sayuran berdaun, dan gandum utuh. Jika Anda berolahraga selama lebih dari satu jam, teguklah minuman olahraga yang mengandung elektrolit.





Peregangan
menghilangkan keram dengan meregangkan otot secara perlahan rupanya memberikan efek rileks pada otot. Jika Anda sering mengalami kram otot di tempat tidur, siapkanlah handuk didekat anda yang dapat digunakan untuk membungkus kaki Anda dan menariknya (untuk peregangan). Tempat tidur yang nyaman dapat menekan kaki ke bawah, membuat otot rentan menjadi tegang dan mengalami kram. Untuk menghindari kram, kombinasikan peregangan aktif ke dalam rutinitas harian dan setelah berolahraga





Terapi hangat
Botol yang berisi air hangat, handuk hangat, atau mandi air hangat dapat melemaskan otot dan melepasnya dari ketegangan. lakukan salah satu hal tersebut selama 5 hingga 10 menit, kemudian tindak lanjuti dengan peregangan lembut. Oleskan salep berbasis mentol atau salep pereda nyeri untuk menenangkan rasa sakit pada tipe kram yang parah. "Memijat otot saat Anda memakai salep dapat membantu meringankan kram secara langsung," kata Matzkin.





Obat anti radang
Obat-obatan anti-radang nonsteroid seperti ibuprofen tentunya tidak akan membebaskan otot dari kram, tetapi mereka dapat mengurangi rasa sakit yang masih ada ketika otot mengalami kram yang lama, kata David Geier, juru bicara American Orthopedic Society for Sports Medicine. Obat-obatan membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk bekerja, itulah sebabnya mengapa tidak berguna saat terjadi kram. Hindari minum alkohol saat mengonsumsi NSAID, karena bila diminum bersama alkohol dapat memicu terjadinya dehidrasi dan bisa membuat kram lebih sulit untuk ditangani.
Obat jenis Statin
Jika Anda menggunakan obat jenis statin untuk menurunkan kolesterol, maka beri tahu dokter Anda jika Anda mengalami kram atau nyeri otot. Hal tersebut karena statin memberi efek samping nyeri pada otot. Dokter Anda dapat menyesuaikan cara Anda mengonsumsi obat atau meresepkan jenis statin yang cenderung tidak menyebabkan kram. Ada bukti bahwa mengonsumsi 100 hingga 200 mg koenzim Q10 setiap hari dapat mencegah nyeri otot dari statin, karena statin menurunkan kadar kimiawi tubuh Anda yang penting untuk fungsi otot. Periksa dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat ini.
Vitamin B Kompleks
Vitamin B membantu menyediakan energi untuk otot dan saraf, sehingga vitamin ini penting untuk fungsi normal keduanya. Sebuah penelitian mengungkap bahwa mengambil suplemen B-kompleks tiga kali sehari selama 3 bulan menghilangkan kram kaki pada 86% lansia, atau setidaknya mampu membuat serangan kram lebih pendek dan lebih jarang. Vitamin B dapat berinteraksi dengan obat lain, termasuk beberapa statin, jadi beri tahu dokter Anda jika Anda mengkonsumsi suplemen ini






Resep obat lainnya
Tidak ada obat yang secara khusus disetujui untuk mengobati kram otot, tetapi ada beberapa diantaranya seperti gabapentin, antikonvulsan, dan diltiazem, penghambat saluran kalsium ketika pilihan lain tidak membantu. Dalam beberapa penelitian terbaru, masing-masing obat diatas mampu meredakan ketegangan otot. Tetapi obat-obatan itu masih membutuhkan lebih banyak penelitian seperti kuina. Obat antimalaria tersebut pernah dikenal sukses mengobati kram otot sampai terjadi laporan tentang efek samping serius seperti pendarahan mendorong FDA (badan pengawasan obat Amerika) untuk memperingatkan terhadap penggunaan itu.


Kram otot dan 9 cara menghindarinya


Pernahkah anda terbangun tiba-tiba ditengah malam karena nyeri pada otot anda? hampir 95% orang dewasa di dunia pernah mengalami kejadian tersebut, yang sering disebut sebagai kram otot. Simak sembilan cara mencegahnya dalam artikel ini

Kram otot terjadi ketika otot anda mulai berkontraksi sendiri tanpa kita kendalikan. Rasa sakit, yang dapat berlangsung dari beberapa detik hingga 15 menit atau bahkan lebih lama, bisa menjadi intens, meskipun kram tidak menunjukkan masalah medis yang serius. Penyakit ini sering muncul ketika otot dipaksa dalam latihan berlebihan atau ketika otot bekerja untuk menahan posisi tubuh dalam waktu lama. Kram bisa menyerang seluruh otot kita, meskipun otot kaki menjadi yang paling sering terkena, seperti otot betis, paha belakang, dan paha depan. hampir 95% orang dewasa di dunia mengalami masalah kesehatan ini. Berikut sembilan cara mencegah dan menyembuhkanya bila terjadi pada anda.





Latihan/pemanasan
Otot yang kuat lebih mampu menahan stres ketika menerima beban yang berat, dan menjaga kesehatan otot sangatlah penting pada lansia, karena kehilangan otot sangat berkaitan dengan otot yang jarang digunakan. "Otot yang terbiasa berolahraga memiliki sedikit kemungkinan mengaami kelelahan, yang merupakan faktor utama dalam kram," kata Elizabeth Matzkin, kepala kedokteran olahraga wanita di Harvard Medical School. Jika Anda memulai jenis olahraga baru, aturlah beban olahraga anda secara bertahap untuk meminimalkan kejadian kram.





Penuhi kebutuhan cairan
Otot membutuhkan air untuk berkontraksi dengan baik, sehingga dehidrasi dapat meningkatkan risiko kram, terutama dalam kondisi panas. Pernahkah anda menngalami kram dimalam hari, yang membangunkan Anda hingga melompat dari tempat tidur? kejadian tersebut mungkin karena dehidrasi yang terjadi saat Anda tidur. Umumnya, wanita membutuhkan sekitar 9 gelas air sehari; pria membutuhkan sekitar 13 gelas, dan kebutuhan tersebut dipengaruhi oleh tingkat aktivitas, kebiasaan makan (asupan garam, cairan dalam makanan), dan faktor lainnya.
Elektrolit
Mineral seperti kalium, magnesium, kalsium, dan natrium mengatur aliran saraf yang memicu kontraksi otot. “Kekurangan atau kehilangan melalui keringat dapat menyebabkan otot kehilangan mineral,” kata Joseph Herrera, ketua departemen obat rehabilitasi di Mount Sinai Health System. Maka, makanlah berbagai makanan kaya mineral seperti susu, buah, sayuran berdaun, dan gandum utuh. Jika Anda berolahraga selama lebih dari satu jam, teguklah minuman olahraga yang mengandung elektrolit.





Peregangan
menghilangkan keram dengan meregangkan otot secara perlahan rupanya memberikan efek rileks pada otot. Jika Anda sering mengalami kram otot di tempat tidur, siapkanlah handuk didekat anda yang dapat digunakan untuk membungkus kaki Anda dan menariknya (untuk peregangan). Tempat tidur yang nyaman dapat menekan kaki ke bawah, membuat otot rentan menjadi tegang dan mengalami kram. Untuk menghindari kram, kombinasikan peregangan aktif ke dalam rutinitas harian dan setelah berolahraga





Terapi hangat
Botol yang berisi air hangat, handuk hangat, atau mandi air hangat dapat melemaskan otot dan melepasnya dari ketegangan. lakukan salah satu hal tersebut selama 5 hingga 10 menit, kemudian tindak lanjuti dengan peregangan lembut. Oleskan salep berbasis mentol atau salep pereda nyeri untuk menenangkan rasa sakit pada tipe kram yang parah. "Memijat otot saat Anda memakai salep dapat membantu meringankan kram secara langsung," kata Matzkin.





Obat anti radang
Obat-obatan anti-radang nonsteroid seperti ibuprofen tentunya tidak akan membebaskan otot dari kram, tetapi mereka dapat mengurangi rasa sakit yang masih ada ketika otot mengalami kram yang lama, kata David Geier, juru bicara American Orthopedic Society for Sports Medicine. Obat-obatan membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk bekerja, itulah sebabnya mengapa tidak berguna saat terjadi kram. Hindari minum alkohol saat mengonsumsi NSAID, karena bila diminum bersama alkohol dapat memicu terjadinya dehidrasi dan bisa membuat kram lebih sulit untuk ditangani.
Obat jenis Statin
Jika Anda menggunakan obat jenis statin untuk menurunkan kolesterol, maka beri tahu dokter Anda jika Anda mengalami kram atau nyeri otot. Hal tersebut karena statin memberi efek samping nyeri pada otot. Dokter Anda dapat menyesuaikan cara Anda mengonsumsi obat atau meresepkan jenis statin yang cenderung tidak menyebabkan kram. Ada bukti bahwa mengonsumsi 100 hingga 200 mg koenzim Q10 setiap hari dapat mencegah nyeri otot dari statin, karena statin menurunkan kadar kimiawi tubuh Anda yang penting untuk fungsi otot. Periksa dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat ini.
Vitamin B Kompleks
Vitamin B membantu menyediakan energi untuk otot dan saraf, sehingga vitamin ini penting untuk fungsi normal keduanya. Sebuah penelitian mengungkap bahwa mengambil suplemen B-kompleks tiga kali sehari selama 3 bulan menghilangkan kram kaki pada 86% lansia, atau setidaknya mampu membuat serangan kram lebih pendek dan lebih jarang. Vitamin B dapat berinteraksi dengan obat lain, termasuk beberapa statin, jadi beri tahu dokter Anda jika Anda mengkonsumsi suplemen ini






Resep obat lainnya
Tidak ada obat yang secara khusus disetujui untuk mengobati kram otot, tetapi ada beberapa diantaranya seperti gabapentin, antikonvulsan, dan diltiazem, penghambat saluran kalsium ketika pilihan lain tidak membantu. Dalam beberapa penelitian terbaru, masing-masing obat diatas mampu meredakan ketegangan otot. Tetapi obat-obatan itu masih membutuhkan lebih banyak penelitian seperti kuina. Obat antimalaria tersebut pernah dikenal sukses mengobati kram otot sampai terjadi laporan tentang efek samping serius seperti pendarahan mendorong FDA (badan pengawasan obat Amerika) untuk memperingatkan terhadap penggunaan itu.


No comments:

Post a Comment