Skip to main content

Cara Tidur yang Baik dengan Bantal


Bagaimanakah sesungguhnya cara tidur yang sehat? apakah menggunakan bantal atau justru tidak mengguanakan bantal? Tidur tanpa bantal bisa mengurangi sakit punggung dan menjaga tulang belakang Anda lebih kuat. Penemuan tersebut berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan oleh fisioterapis Kenya Michael Tetley. Tetley mengklaim tidur 'alami' tanpa bantal bermanfaat dan  baik untuk tulang belakang kita. Dia telah mempelajari beberapa spesies primata dan para suku di pedalaman mengenai posisi tidur mereka hingga akhirnya menemukan kesimpulan tersebut.

Sementara itu, publikasi Harvard Health menyatakan bahwa tidur dengan bantal bulat atau handuk gulung kecil di bagian tengkuk, atau meletakan bantal pada leher Anda, rupanya ditemukan dapat meringankan atau mencegah nyeri leher. Jika Anda mengalami sakit punggung bawah dan menyukai tidur telentang, maka pilihanya adalah menempatkan bantal di bawah lutut dan di leher Anda. Bantal tersebut dapat membantu merilekskan dan meratakan lekukan tulang punggung bawah Anda.
Stephanie Burke, pendiri Spinehealth, menyarankan bahwa Posisi tidur bukanlah kunci yang menguatkan punggung Anda. Untuk menjaga kekuatan dan kesehatan, anda harus memberikan tulang belakang istirahat setelah bekerja seharian. Bukan hanya posisi tidur Anda, namun kasur dan bantal yang mendukung keselarasan tulang punggung yang tepat untuk beristirahat dan bersantai adalah kunci utamanya.

Comments

Popular posts from this blog

Mulai menulis - terimakasih untuk orangtua saya, karena hari ini saya sudah 20 tahun bersama kasih sayang kalian

Tanggal 12 maret 2013 kemarin adalah hari ulang tahun saya yang ke 20 tahun. Sebuah hari yang sangat spesial bagi saya, karena kebetulan bertepatan dengan hari raya nyepi. Sebuah hari raya yang sangat saya sukai. Sebuah hari kelahiran yang sangat saya syukuri.
Saya menyukai hari raya nyepi karena ini satu-satunya hari raya yang tidak di rayakan. Tidak membuang energi untuk melakukan sesuatu hal, hanya cukup berdiam diri di dalam rumah. Tanpa lampu, tanpa beraktifitas, tanpa berinteraksi dengan tetangga, tanpa keluar rumah, dan tanpa menggunakan gadget (meskipun saya menggunakan untuk berterimakasih membalas ucapan selamat ulang tahun teman dan saudara saya). lalu apa yang kita lakukan dong? Hanya diam meng-sepi-kan lingkungan sesuai nama harinya, nyepi. Hal yang saya sukai dengan hari raya nyepi karena di hari ini kita dapat berterimakasih dengan tubuh kita yang sudah bekerja dengan penuh perjuangan selama 1 tahun dengan mengistirahatkan tubuh selama 1 hari penuh (hari raya nyepi dil…

#BukaInspirasi untuk 90 Hari Pertama UKM Anda

Keputusan yang Anda buat di awal bisnis (Usaha Kecil Menengah/UKM) berdampak pada laba dan rugi, bahagia dan sakit hati, kesuskesan dan kegagalan. Dalam artikel kali ini, saya merangkum apa yang Anda butuhkan untuk memulai dengan benar, termasuk rencana untuk 90 hari pertama memulai bisnis. Ada pula saran dari pengalaman nyata beberapa rekan pengusaha sukses yang saya kenal. Dilengkapi pula dengan checklist tindakan untuk menghemat uang Anda dimasa depan, dan jawaban atas rahasia keberhasilan dari sebuah bisnis. Saya tidak sabar untuk melihat apa yang Anda buat setelah membaca artikel ini. Mimpimu telah berakhir. Memulai bisnis dimulai hari ini September, artinya mendekati tahun 2019. Anda pasti telah lama membayangkan produk ciptaan Anda terjual di supermarket dan mencoba menjelaskan pada pemilik supermarket mengenai keunggulan kompetitif dari produk tersebut. Anggaplah tahun ini anda bertekad meluncurkan bisnis tersebut. Pasti anda mulai bingung harus mulainya dari mana bukan? Beriku…

Terapi Khusus dari ASUS

“ini dokter, saya sering sekali merasakan perih pada mata setelah main laptop” keluhan seorang pasien pagi ini, dengan matanya yang merah dan berair. Bekerja di puskesmas di Bali membuat saya kerap kali putar otak untuk mengobati keluhan di atas. Kami menyebutnya penyakit millennial. Penyakit akibat kemajuan teknologi ini semakin banyak terjadi, mulai dari keluhan pada mata, nyeri leher, hingga kekakuan pada jari. Kebetulan sebagian besar usia pasien dengan penyakit ini adalah kaum muda atau millennial yang telah akrab dengan teknologi sedari lahir. Namun sesungguhnya teknologi dapat memberi manfaat seperti yang saya lakukan dengan Laptop ASUS WX232D saya.
Kami menyebutnya sebagai Terapi ASUS. Nama ini terlahir dari laptop ASUS yang mempermudah terapi edukasi pada pasien tanpa batasan usia. Pada pasien tua ini menjadi daya tarik karena penyakit dapat dijelaskan lewat gambar dan animasi. Semakin menarik pada pasien anak-anak karena daya ingin tau yang membuat mereka betah menonton penjel…