Edukasi Manfaat Olahraga di Desa Mas, Ubud, Bali

Asian Games 2018 Jakarta-Palembang justru memudahkan saya sebagai seorang dokter dalam tugas edukasi kesehatan bagi masyarakat. Seperti kegiatan Edukasi awal bulan Juni 2018 bertema manfaat olahraga bagi para pelajar di Desa Mas, Ubud, Bali.

"Olahraga rutin adalah kunci dalam Menuju Indonesia Maju!" ungkap saya dalam membuka kegiatan ini, mengutip kata yang disampaikan Presiden Jokowi pada laman sekertaris kabinet.

Olahraga, memang sebuah kegiatan penuh manfaat. Mulai dari memberi rasa semangat dan percaya diri dalam menjalani hari, hingga memperpanjang umur adalah sebagian keajaiban dari seni menggerakan tubuh ini. Olahraga ringan seperti rutin berjalan kaki, rupanya mampu membuat seorang lebih bersemangat nan rileks seperti penelitian di Universityof Essex di Inggris. Inilah yang menjadikan olahraga menjadi kegiatan wajib mulai dari individu, hingga antar Negara di benua Asia, yakni Asian Games. Demikian cuplikan topik yang saya sampaikan pada beberapa anak SMA di Ubud Bali pada bulan Juni 2018. Menjual topik Asian Games membuat mereka semua sangat tertarik untuk menyimak lebih lanjut.

Saya melanjutkan penjelasan saya mengenai besarnya manfaat olahraga sehingga para pemimpin Benua Asia ditahun 1951 mengharuskan diselenggarakanya Asian Games setiap 4 tahun. Mereka (para pemimpin) pasti memikirkan cara agar generasi penerus bangsa di Benua Asia terlepas dari rasa kurang percaya diri, lesu, dan kejenuhan yang berdampak langsung pada kemerosotan kualitas hidup masyarakat Asia. Saya memberikan bukti pada para pelajar bahwa kedua hal ini (olahraga dan percaya diri) sangat berkaitan, dengan mengungkap penelitian di England Institute of Sport (2009). Penjelasan biologis kaitan tersebut karena olahraga memperlancar aliran darah kita dan menjadi pabrik terbaik dari hormone endorphin yang membuat manusia lebih bahagia dan fokus dalam berpikir. Para peserta edukasi mulai menunjukan ketertarikanya dengan olahraga setelah mendengar penjelasan biologis tersebut, ditengah krisis kepercayaan diri yang menyerang kaum millennials ini.

“Ajaib ya! pendiri Asian Games dimasa lalu (1951) mampu melihat manfaat kesehatan olahraga, padahal manfaatnya kan baru diungkap sejumlah penelitian di era millennial.” Celoteh salah seorang peserta edukasi, yang kagum dengan pola pikir pendiri Asian Games.

Saya kembali menggelitik daya nalar peserta edukasi dengan menggunakan topik tema Asian Games 2018 “Energy of Asia” (energi dari Asia). “Taukah kalian, terselip sebuah pesan rahasia dalam tema ini, keajaiban olahraga menghasilkan energi!” Saya menyinggung hukum newton dalam ilmu fisika menyatakan bahwa benda bergerak akan tetap bergerak – persis seperti tubuh manusia yang terlatih untuk digerakkan akan mampu tetap bergerak sepanjang masa. Profesor dari University of Florida Institute menjelaskan bahwa bertambahnya jumlah mitochondria dalam sel dan tingkat hormone endorphin yang lebih tinggi membuat penggemar olahraga memiliki energi yang lebih besar dan lebih panjang umur. Pesan rahasia dalam Asian Games 2018 kini telah terungkap!
Foto Bersama Peserta Edukasi
Dengan mengetahui berbagai manfaat tersebut, tentu siapapun kini mendukung bersama Asian Games di Indonesia dengan berbagai pesan ajaib dan bermanfaat dibaliknya. Kini para peserta edukasi tersebut telah berolahraga rutin bersama saya, beberapa malah telah sibuk mencari jadwal pertandingan dalam Asian Games 2018. Terlepas Anda seorang yang penyendiri atau suka kebersamaan, Asian Games telah menyiapkan ruang yang sesuai dengan kepribadian Anda. Buktinya berbagai kejuaraan yang dilombakan dalam Asian Games, berjenis individu seperti angkat besi, maupun beregu seperti sepak bola dan voli. Dalam menikmati atau menonton pun dapat secara bersama-sama dengan teman atau keluarga, atau mungkin Anda lebih memilih berteriak sendiri mendukung cabang olahraga favorit Anda. Yang jelas, kini semua orang akan berbondong-bondong berolahraga dan terserang “demam” Asian Games 2018. Tapi bila Anda tidak mengalami demam Asian Games, Anda saya undang untuk mengikuti edukasi kesehatan yang rutin saya berikan di Ubud, atau cukup membaca ulang tulisan ini dari awal – semoga bermanfaat.

Sumber:
1.http://setkab.go.id/humas-pemerintah-deklarasi-mendukung-penyelenggaraan-asian-games-2018/
2.http://setkab.go.id/presiden-jokowi-ada-penerima-jkn-kis-yang-dibayar-pemerintah-rp624-juta-ada-juga-rp435-juta/
3.https://jamanetwork.com/journals/jama/articlepdf/1875328/joi140065.pdf
4.https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/19438150903378425

Menuju Indonesia Maju dengan Asian Games dari Ubud Bali


Edukasi Manfaat Olahraga di Desa Mas, Ubud, Bali

Asian Games 2018 Jakarta-Palembang justru memudahkan saya sebagai seorang dokter dalam tugas edukasi kesehatan bagi masyarakat. Seperti kegiatan Edukasi awal bulan Juni 2018 bertema manfaat olahraga bagi para pelajar di Desa Mas, Ubud, Bali.

"Olahraga rutin adalah kunci dalam Menuju Indonesia Maju!" ungkap saya dalam membuka kegiatan ini, mengutip kata yang disampaikan Presiden Jokowi pada laman sekertaris kabinet.

Olahraga, memang sebuah kegiatan penuh manfaat. Mulai dari memberi rasa semangat dan percaya diri dalam menjalani hari, hingga memperpanjang umur adalah sebagian keajaiban dari seni menggerakan tubuh ini. Olahraga ringan seperti rutin berjalan kaki, rupanya mampu membuat seorang lebih bersemangat nan rileks seperti penelitian di Universityof Essex di Inggris. Inilah yang menjadikan olahraga menjadi kegiatan wajib mulai dari individu, hingga antar Negara di benua Asia, yakni Asian Games. Demikian cuplikan topik yang saya sampaikan pada beberapa anak SMA di Ubud Bali pada bulan Juni 2018. Menjual topik Asian Games membuat mereka semua sangat tertarik untuk menyimak lebih lanjut.

Saya melanjutkan penjelasan saya mengenai besarnya manfaat olahraga sehingga para pemimpin Benua Asia ditahun 1951 mengharuskan diselenggarakanya Asian Games setiap 4 tahun. Mereka (para pemimpin) pasti memikirkan cara agar generasi penerus bangsa di Benua Asia terlepas dari rasa kurang percaya diri, lesu, dan kejenuhan yang berdampak langsung pada kemerosotan kualitas hidup masyarakat Asia. Saya memberikan bukti pada para pelajar bahwa kedua hal ini (olahraga dan percaya diri) sangat berkaitan, dengan mengungkap penelitian di England Institute of Sport (2009). Penjelasan biologis kaitan tersebut karena olahraga memperlancar aliran darah kita dan menjadi pabrik terbaik dari hormone endorphin yang membuat manusia lebih bahagia dan fokus dalam berpikir. Para peserta edukasi mulai menunjukan ketertarikanya dengan olahraga setelah mendengar penjelasan biologis tersebut, ditengah krisis kepercayaan diri yang menyerang kaum millennials ini.

“Ajaib ya! pendiri Asian Games dimasa lalu (1951) mampu melihat manfaat kesehatan olahraga, padahal manfaatnya kan baru diungkap sejumlah penelitian di era millennial.” Celoteh salah seorang peserta edukasi, yang kagum dengan pola pikir pendiri Asian Games.

Saya kembali menggelitik daya nalar peserta edukasi dengan menggunakan topik tema Asian Games 2018 “Energy of Asia” (energi dari Asia). “Taukah kalian, terselip sebuah pesan rahasia dalam tema ini, keajaiban olahraga menghasilkan energi!” Saya menyinggung hukum newton dalam ilmu fisika menyatakan bahwa benda bergerak akan tetap bergerak – persis seperti tubuh manusia yang terlatih untuk digerakkan akan mampu tetap bergerak sepanjang masa. Profesor dari University of Florida Institute menjelaskan bahwa bertambahnya jumlah mitochondria dalam sel dan tingkat hormone endorphin yang lebih tinggi membuat penggemar olahraga memiliki energi yang lebih besar dan lebih panjang umur. Pesan rahasia dalam Asian Games 2018 kini telah terungkap!
Foto Bersama Peserta Edukasi
Dengan mengetahui berbagai manfaat tersebut, tentu siapapun kini mendukung bersama Asian Games di Indonesia dengan berbagai pesan ajaib dan bermanfaat dibaliknya. Kini para peserta edukasi tersebut telah berolahraga rutin bersama saya, beberapa malah telah sibuk mencari jadwal pertandingan dalam Asian Games 2018. Terlepas Anda seorang yang penyendiri atau suka kebersamaan, Asian Games telah menyiapkan ruang yang sesuai dengan kepribadian Anda. Buktinya berbagai kejuaraan yang dilombakan dalam Asian Games, berjenis individu seperti angkat besi, maupun beregu seperti sepak bola dan voli. Dalam menikmati atau menonton pun dapat secara bersama-sama dengan teman atau keluarga, atau mungkin Anda lebih memilih berteriak sendiri mendukung cabang olahraga favorit Anda. Yang jelas, kini semua orang akan berbondong-bondong berolahraga dan terserang “demam” Asian Games 2018. Tapi bila Anda tidak mengalami demam Asian Games, Anda saya undang untuk mengikuti edukasi kesehatan yang rutin saya berikan di Ubud, atau cukup membaca ulang tulisan ini dari awal – semoga bermanfaat.

Sumber:
1.http://setkab.go.id/humas-pemerintah-deklarasi-mendukung-penyelenggaraan-asian-games-2018/
2.http://setkab.go.id/presiden-jokowi-ada-penerima-jkn-kis-yang-dibayar-pemerintah-rp624-juta-ada-juga-rp435-juta/
3.https://jamanetwork.com/journals/jama/articlepdf/1875328/joi140065.pdf
4.https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/19438150903378425

No comments:

Post a Comment