Bapak Bayu tak pernah ke dokter selama bertahun-tahun. Dengan usianya kini 45 tahun, ia memiliki berat 120 kilogram dengan lingkar pinggang 43 inci. Dia pusing dan sering buang air kecil, seolah-olah kandung kencingnya bertambah dan terisi sangat cepat. Saya memeriksa gula darahnya, dengan harapan mendapat hasil dibawah 200 (nilai normal gula darah). Tapi hasil gula darahnya 400, salah satu nilai gula darah acak tertinggi yang pernah saya lihat. Saya takut ia berada dalam kondisi ketoasidosis diabetikum(DKA) yakni kondisi medis yang berpotensi mengancam nyawa. Saya memutuskan untuk mengirimnya langsung ke UGD rumah sakit.




Saya bertemu kembali dengan bayu seminggu kemudian. Sekilas wajahnya tampak lebih sehat. Para dokter di rumah sakit telah meresepkan dosis insulin yang relatif tinggi untuk membantu mengurangi gula darahnya, dan ia ingin mendapatkannya sesegera mungkin. Saya menjelaskan apa yang dia hadapi. Kegemarannya akan makanan cepat saji dan keengganan untuk berolahraga hampir membunuhnya. Dosis insulin yang tinggi telah menyelamatkan hidupnya dengan menurunkan gula darahnya, dan sekarang mendekati kisaran normal. Saya setuju untuk memotong dosisnya menjadi dua dalam dua kondisi: Dia harus makan lebih sedikit junk food dan mulai berolahraga. Saya juga meresepkan dua obat lain, dengan pemahaman bahwa jika dia mengikuti program ini, saya dapat mengurangi dosis obat tersebut.



Beri tepuk tangan untuk Bayu, karena ia dapat melampaui saran yang saya beri. Dia mampu berolahraga 2 jam sehari. Seminggu kemudian saya memeriksa kembali gula darah puasanya yang menunjukkan nilai yang sehat. Yang terpenting kini berat badanya telah turun beberapa kilogram. Hasil tersebut membuat dosis insulinnya diturunkan ke dosis terendah. Dalam beberapa minggu selanjutnya pun gula darahnya masih dalam batas normal, sehingga saya menghentikan insulin.



Bayu datang untuk memeriksa kesehatannya setiap minggu sekali. Hebatnya, setiap kali pertemuan dia mampu menurunkan berat badan 2 sampai 5 kilogram. Dalam waktu kurang dari setahun ia mampu mencapai berat badan 90 kilogram dan lingkar pinggang 35 inci. Dia memiliki tekad yang patut untuk dipuji. Saya ingat sekali, dia pernah berkata bahwa ia mengagumi betapa banyak energi dalam dirinya setelah mampu melewati latihan fisik dalam setahun ini. Kini ia menyesal, andai saja dulu ia lebih banyak berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, dan tidak obesitas, tentu ia tidak mengalami diabetes yang membuat dirinya harus menjalani latihan fisik yang melelahkan ini.



Saya berharap semua orang dapat berhasil seperti Bayu, meski semuanya tidak semulus pengalaman Bayu apalagi ketika hidup dengan penyakit diabetes. Pola makan yang tepat, latihan fisik, dan manajemen gaya hidup akan membantu Anda menurunkan berat badan, dan meningkatkan kesehatan Anda. Percayalah, tubuh ramping dengan pola hidup sehat itu lebih tahan terhadap penyakit apa pun, terutama diabetes. Jika saat ini Anda memiliki penyakit diabetes tipe 2, Anda dapat menurunkan ketergantungan anda terhadap obat-obatan bahkan berhenti menggunakannya (pada kondisi tertentu). Tapi jika Anda masih dalam kondisi sehat walafiat, penyakit mengerikan ini dapat dihindari. Berikut empat tindakan yang bisa Anda mulai hari ini.



Aksi Pertama - Ciptakan Pola Makan Sehat



Sebagian besar orang pasti enggan kalau sudah berbicara topik diet. Namun, ini adalah strategi yang paling ampuh mengatasi diabetes. Pola makan Rendah lemak, rendah karbohidrat, diet Paleo, Vegetarian, ini semuanya dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan membasmi diabetes. Namun, satu pola makan termudah adalah diet Mediterania.




Penelitian menunjukkan mereka dengan diet mediterania memiliki hemoglobin A1c rendah, penurunan berat badan lebih banyak, dan cenderung bebeas dari diabetes, dibandingkan dengan diet rendah lemak. Jika Anda ingin mencobanya, inilah prinsip sederhana dari diet mediterania:



  • Sumber utama karbohidrat adalah sayuran segar dan buah-buahan, kacang dan biji-bijian.
  • Sumber utama lemak adalah minyak zaitun, kacang, ikan, dan keju.
  • Sumber utama protein mencakup ikan, unggas, telur, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan keju, dengan daging merah atau olahan yang relatif sedikit.
  • Kalori dari soda, jus, dan kopi dan teh beraroma harus dihindari, bersama dengan makanan cepat saji, makanan kemasan, dan makanan ringan serta pencuci mulut olahan.
  • Pola makan tidak harus sempurna, yang penting anda konsisten.



Aksi Kedua - Mulailah Berjalan Kaki



Siapa pun sebaiknya harus berjalan kaki minimal 30 menit dalam sehari. Tidak ada satu pun alasan untuk menghindar dari jalan kali, karena ini bentuk olahraga paling ringan dalam mengatasi diabetes. Bagaimana bila waktu berjalan kaki yang tersisa hanya pada malam hari? Gunakan lampu handphone anda untuk menerangi jalan dan kenakan jaket reflektif. Dingin? Kenakan pakaian dalam termal, dua pasang kaus kaki, dan jaket. Panas? Lindungi kulit Anda dan bawalah botol air minum.




Jika 30 menit sehari tidak cukup bagi Anda untuk mendapat hasil yang diharapkan, inilah cara membuat kemajuan:



  • Tingkatkan frekuensi. Mulai berjalan sebentar setelah anda makan. Jika ini tidak cocok, setidaknya bangun dan lakukan peregangan setiap setengah jam atau lebih.
  • Tingkatkan durasi. Ketika 30 menit selalu anda jalani, tingkatkan jadwal harian menjadi 45 menit, kemudian 60 menit. Dan jika Anda mendapatkan kesempatan, lakukan napak tilas atau pendakian.
  • Tingkatkan tantangan. Lewati rute mencakup bukit atau tangga. Tantangan ini akan meningkatkan kekuatan otot saat naik dan ketahanan otot saat turun.
  • Tingkatkan kecepatan. Semakin cepat Anda berjalan, semakin banyak kekuatan otot yang Anda bangun. Dan semakin banyak kekuatan otot yang Anda miliki, semakin cepat dan semakin jauh Anda akan bisa berjalan di masa depan.

Aksi Ketiga - Asah Kekuatan Otot 

Anda perlu memahami tentang prinsip resistensi progresif, otot-otot akan semakin kuat ketika ditantang dengan beban yang semakin berat. Metabolisme akan meningkat ketika tubuh mengatasi perubahan beban tersebut, yang sudah tentu membantu Anda menjaga kadar gula darah. Inilah manfaat dari mengasah kekuatan otot, atau yang disebut sebagai strength training.



Hasil terbaik didapat dengan melatih otot dua atau tiga kali seminggu, setidaknya memberikan jarak 48 jam di antara latihan tersebut. Misalnya anda dapat membuat jadwal latihan pada Senin - Rabu - Jumat.



Meniru gerak alami seperti squat, lunges, push-up, rows, dan biceps curls amat direkomendasikan pada strength training. Setelah rutin melewati gerakan diatas, anda pasti lebih mudah untuk mengangkat dan membawa barang-barang, dan mudah melewati tanjakan maupun turunan.



Aksi Keempat - Prioritaskan Cukup Tidur



Taukah anda bahwa kebiasaan masyarakat dunia dalam setengah abad terakhir telah membatasi tidur mereka dengan sekitar 1,5 hingga 2 jam per malam. Dalam periode waktu yang sama, tingkat obesitas dan diabetes telah meningkat secara dramatis. Hasil penelitian ini memberi kesimpulan bahwa tidur yang buruk menyebabkan obesitas atau diabetes. Tapi, bagaimana mungkin ini bisa terjadi?


 



Inilah alasan dibalik kesimpulan antitesis tersebut. Suatu malam, Anda kurang tidur entah karena sibuk bekerja, stres, cemas, atau keputusan pribadi untuk menonton TV. Waktu tidur yang berkurang telah mempengaruhi hormon pengatur nafsu makan. Maka keesokan harinya, nafsu makan Anda pasti meningkat. Parahnya lagi, kurang tidur menyebabkan gangguan metabolisme spesifik untuk gula dan lemak tubuh, sehingga kedua zat ini semakin liar berkembang pada diri anda. Penurunan hormon tiroid turut membuat tubuh anda membakar lebih sedikit kalori pada siang hari. Terakhir, kortisol (hormon stres) mulai meningkat bersama dengan hormon pemicu peradangan yang berdampak pada resistensi insulin. kondisi ini dapat juga terjadi pada pemuda sehat dengan berat badan ideal.



Sekarang anda mulai takut dan berpikir, berapakah sesungguhnya waktu tidur ideal agar diri kita tetap sehat? Kurang lebih tidur 7,5 jam dalam semalam adalah rata-rata yang sehat. Uniknya, sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa tidur kurang atau lebih dari 7,5 jam justru mempertinggi risiko diabetes.



Demikian empat aksi membasmi kencing manis. Keberhasilan strategi diatas kembali pada anda, kembali pada besar tekad anda untuk bebas dari diabetes. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk anda.

4 Aksi Basmi Kencing Manis



Bapak Bayu tak pernah ke dokter selama bertahun-tahun. Dengan usianya kini 45 tahun, ia memiliki berat 120 kilogram dengan lingkar pinggang 43 inci. Dia pusing dan sering buang air kecil, seolah-olah kandung kencingnya bertambah dan terisi sangat cepat. Saya memeriksa gula darahnya, dengan harapan mendapat hasil dibawah 200 (nilai normal gula darah). Tapi hasil gula darahnya 400, salah satu nilai gula darah acak tertinggi yang pernah saya lihat. Saya takut ia berada dalam kondisi ketoasidosis diabetikum(DKA) yakni kondisi medis yang berpotensi mengancam nyawa. Saya memutuskan untuk mengirimnya langsung ke UGD rumah sakit.




Saya bertemu kembali dengan bayu seminggu kemudian. Sekilas wajahnya tampak lebih sehat. Para dokter di rumah sakit telah meresepkan dosis insulin yang relatif tinggi untuk membantu mengurangi gula darahnya, dan ia ingin mendapatkannya sesegera mungkin. Saya menjelaskan apa yang dia hadapi. Kegemarannya akan makanan cepat saji dan keengganan untuk berolahraga hampir membunuhnya. Dosis insulin yang tinggi telah menyelamatkan hidupnya dengan menurunkan gula darahnya, dan sekarang mendekati kisaran normal. Saya setuju untuk memotong dosisnya menjadi dua dalam dua kondisi: Dia harus makan lebih sedikit junk food dan mulai berolahraga. Saya juga meresepkan dua obat lain, dengan pemahaman bahwa jika dia mengikuti program ini, saya dapat mengurangi dosis obat tersebut.



Beri tepuk tangan untuk Bayu, karena ia dapat melampaui saran yang saya beri. Dia mampu berolahraga 2 jam sehari. Seminggu kemudian saya memeriksa kembali gula darah puasanya yang menunjukkan nilai yang sehat. Yang terpenting kini berat badanya telah turun beberapa kilogram. Hasil tersebut membuat dosis insulinnya diturunkan ke dosis terendah. Dalam beberapa minggu selanjutnya pun gula darahnya masih dalam batas normal, sehingga saya menghentikan insulin.



Bayu datang untuk memeriksa kesehatannya setiap minggu sekali. Hebatnya, setiap kali pertemuan dia mampu menurunkan berat badan 2 sampai 5 kilogram. Dalam waktu kurang dari setahun ia mampu mencapai berat badan 90 kilogram dan lingkar pinggang 35 inci. Dia memiliki tekad yang patut untuk dipuji. Saya ingat sekali, dia pernah berkata bahwa ia mengagumi betapa banyak energi dalam dirinya setelah mampu melewati latihan fisik dalam setahun ini. Kini ia menyesal, andai saja dulu ia lebih banyak berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, dan tidak obesitas, tentu ia tidak mengalami diabetes yang membuat dirinya harus menjalani latihan fisik yang melelahkan ini.



Saya berharap semua orang dapat berhasil seperti Bayu, meski semuanya tidak semulus pengalaman Bayu apalagi ketika hidup dengan penyakit diabetes. Pola makan yang tepat, latihan fisik, dan manajemen gaya hidup akan membantu Anda menurunkan berat badan, dan meningkatkan kesehatan Anda. Percayalah, tubuh ramping dengan pola hidup sehat itu lebih tahan terhadap penyakit apa pun, terutama diabetes. Jika saat ini Anda memiliki penyakit diabetes tipe 2, Anda dapat menurunkan ketergantungan anda terhadap obat-obatan bahkan berhenti menggunakannya (pada kondisi tertentu). Tapi jika Anda masih dalam kondisi sehat walafiat, penyakit mengerikan ini dapat dihindari. Berikut empat tindakan yang bisa Anda mulai hari ini.



Aksi Pertama - Ciptakan Pola Makan Sehat



Sebagian besar orang pasti enggan kalau sudah berbicara topik diet. Namun, ini adalah strategi yang paling ampuh mengatasi diabetes. Pola makan Rendah lemak, rendah karbohidrat, diet Paleo, Vegetarian, ini semuanya dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan membasmi diabetes. Namun, satu pola makan termudah adalah diet Mediterania.




Penelitian menunjukkan mereka dengan diet mediterania memiliki hemoglobin A1c rendah, penurunan berat badan lebih banyak, dan cenderung bebeas dari diabetes, dibandingkan dengan diet rendah lemak. Jika Anda ingin mencobanya, inilah prinsip sederhana dari diet mediterania:



  • Sumber utama karbohidrat adalah sayuran segar dan buah-buahan, kacang dan biji-bijian.
  • Sumber utama lemak adalah minyak zaitun, kacang, ikan, dan keju.
  • Sumber utama protein mencakup ikan, unggas, telur, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan keju, dengan daging merah atau olahan yang relatif sedikit.
  • Kalori dari soda, jus, dan kopi dan teh beraroma harus dihindari, bersama dengan makanan cepat saji, makanan kemasan, dan makanan ringan serta pencuci mulut olahan.
  • Pola makan tidak harus sempurna, yang penting anda konsisten.



Aksi Kedua - Mulailah Berjalan Kaki



Siapa pun sebaiknya harus berjalan kaki minimal 30 menit dalam sehari. Tidak ada satu pun alasan untuk menghindar dari jalan kali, karena ini bentuk olahraga paling ringan dalam mengatasi diabetes. Bagaimana bila waktu berjalan kaki yang tersisa hanya pada malam hari? Gunakan lampu handphone anda untuk menerangi jalan dan kenakan jaket reflektif. Dingin? Kenakan pakaian dalam termal, dua pasang kaus kaki, dan jaket. Panas? Lindungi kulit Anda dan bawalah botol air minum.




Jika 30 menit sehari tidak cukup bagi Anda untuk mendapat hasil yang diharapkan, inilah cara membuat kemajuan:



  • Tingkatkan frekuensi. Mulai berjalan sebentar setelah anda makan. Jika ini tidak cocok, setidaknya bangun dan lakukan peregangan setiap setengah jam atau lebih.
  • Tingkatkan durasi. Ketika 30 menit selalu anda jalani, tingkatkan jadwal harian menjadi 45 menit, kemudian 60 menit. Dan jika Anda mendapatkan kesempatan, lakukan napak tilas atau pendakian.
  • Tingkatkan tantangan. Lewati rute mencakup bukit atau tangga. Tantangan ini akan meningkatkan kekuatan otot saat naik dan ketahanan otot saat turun.
  • Tingkatkan kecepatan. Semakin cepat Anda berjalan, semakin banyak kekuatan otot yang Anda bangun. Dan semakin banyak kekuatan otot yang Anda miliki, semakin cepat dan semakin jauh Anda akan bisa berjalan di masa depan.

Aksi Ketiga - Asah Kekuatan Otot 

Anda perlu memahami tentang prinsip resistensi progresif, otot-otot akan semakin kuat ketika ditantang dengan beban yang semakin berat. Metabolisme akan meningkat ketika tubuh mengatasi perubahan beban tersebut, yang sudah tentu membantu Anda menjaga kadar gula darah. Inilah manfaat dari mengasah kekuatan otot, atau yang disebut sebagai strength training.



Hasil terbaik didapat dengan melatih otot dua atau tiga kali seminggu, setidaknya memberikan jarak 48 jam di antara latihan tersebut. Misalnya anda dapat membuat jadwal latihan pada Senin - Rabu - Jumat.



Meniru gerak alami seperti squat, lunges, push-up, rows, dan biceps curls amat direkomendasikan pada strength training. Setelah rutin melewati gerakan diatas, anda pasti lebih mudah untuk mengangkat dan membawa barang-barang, dan mudah melewati tanjakan maupun turunan.



Aksi Keempat - Prioritaskan Cukup Tidur



Taukah anda bahwa kebiasaan masyarakat dunia dalam setengah abad terakhir telah membatasi tidur mereka dengan sekitar 1,5 hingga 2 jam per malam. Dalam periode waktu yang sama, tingkat obesitas dan diabetes telah meningkat secara dramatis. Hasil penelitian ini memberi kesimpulan bahwa tidur yang buruk menyebabkan obesitas atau diabetes. Tapi, bagaimana mungkin ini bisa terjadi?


 



Inilah alasan dibalik kesimpulan antitesis tersebut. Suatu malam, Anda kurang tidur entah karena sibuk bekerja, stres, cemas, atau keputusan pribadi untuk menonton TV. Waktu tidur yang berkurang telah mempengaruhi hormon pengatur nafsu makan. Maka keesokan harinya, nafsu makan Anda pasti meningkat. Parahnya lagi, kurang tidur menyebabkan gangguan metabolisme spesifik untuk gula dan lemak tubuh, sehingga kedua zat ini semakin liar berkembang pada diri anda. Penurunan hormon tiroid turut membuat tubuh anda membakar lebih sedikit kalori pada siang hari. Terakhir, kortisol (hormon stres) mulai meningkat bersama dengan hormon pemicu peradangan yang berdampak pada resistensi insulin. kondisi ini dapat juga terjadi pada pemuda sehat dengan berat badan ideal.



Sekarang anda mulai takut dan berpikir, berapakah sesungguhnya waktu tidur ideal agar diri kita tetap sehat? Kurang lebih tidur 7,5 jam dalam semalam adalah rata-rata yang sehat. Uniknya, sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa tidur kurang atau lebih dari 7,5 jam justru mempertinggi risiko diabetes.



Demikian empat aksi membasmi kencing manis. Keberhasilan strategi diatas kembali pada anda, kembali pada besar tekad anda untuk bebas dari diabetes. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk anda.

No comments:

Post a Comment