Skip to main content

4 Mitos Diabetes


Diabetes (diabetes melitus) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang jauh di atas normal. Penyakit ini begitu menakutkan karena banyak komplikasi menyeramkan seperti penyakit jantung, kanker, hingga stroke. Rasa takut kita membuat timbulnya mitos atau kepercayaan yang salah di masyarakat mengenai diabetes. Berikut 4 mitos yang harus anda ketahui tentang diabetes.


1. Berat badan berlebih adalah penyebab diabetes.

Obesitas jelas terkait dengan diabetes. Selain berkaitan secara patofisiologi, data global pun menunjukan angka obesitas yang meningkat secara bersamaan dengan kasus diabetes. Tetapi perlu anda ketahui, tidak semua lemak berisiko menyebabkan diabetes. Lemak perut memiliki efek metabolik yang berbeda dari lemak di tubuh lainnya. Itulah sebabnya ukuran pinggang digunakan untuk menilai status kesehatan seorang pasien.


2. Menjadi kurus melindungi kita dari diabetes.

Jaringan otot adalah pertahanan terbaik Anda melawan diabetes. Dan, jika semuanya sama, tubuh yang ramping dan bugar biasanya adalah tubuh yang sehat. Tetapi tidak semua orang kurus secara metabolik sehat. Beberapa memiliki lebih banyak lemak (dan lebih sedikit otot) daripada orang-orang yang tergolong kelebihan berat badan atau bahkan obesitas. Dan dalam kasus yang jarang terjadi, orang-orang yang kurus dan bugar mengembangkan diabetes. Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti adalah dengan menguji gula darah Anda, terutama jika Anda berusia di atas 45 tahun.


3. Hanya gula penyebab diabetes.

Risiko diabetes meningkat ketika Anda terlalu banyak makanan, bukan hanya karena konsumsi gula. Hal ini karena tubuh akan mengubah kelebihan asupan yang terkmakan menjadi timbunan lemak. Timbunan lemak di perut yang kemudian menjadi penyebab diabetes tipe 2. Tetapi ketika seseorang telah mengidap penyakit ini, atau pada mereka yang berisiko tinggi, makanan olahan dengan gula tambahan harus dihindari.


4. Diabetes menjangkit seseorang seumur hidup.

Sayangnya ini memang benar untuk diabetes tipe 1. Tetapi tidak dengan diabetes tipe 2, karena telah terdapat terapi yang memungkinkan pasien bebas dari keluhan dan gejala penyakit ini. Bahkan, pada sebagian pasien merasa dirinya amat sehat seolah-olah tidak pernah sekalipun mengalami diabetes.


Comments

Popular posts from this blog

Mulai menulis - terimakasih untuk orangtua saya, karena hari ini saya sudah 20 tahun bersama kasih sayang kalian

Tanggal 12 maret 2013 kemarin adalah hari ulang tahun saya yang ke 20 tahun. Sebuah hari yang sangat spesial bagi saya, karena kebetulan bertepatan dengan hari raya nyepi. Sebuah hari raya yang sangat saya sukai. Sebuah hari kelahiran yang sangat saya syukuri.
Saya menyukai hari raya nyepi karena ini satu-satunya hari raya yang tidak di rayakan. Tidak membuang energi untuk melakukan sesuatu hal, hanya cukup berdiam diri di dalam rumah. Tanpa lampu, tanpa beraktifitas, tanpa berinteraksi dengan tetangga, tanpa keluar rumah, dan tanpa menggunakan gadget (meskipun saya menggunakan untuk berterimakasih membalas ucapan selamat ulang tahun teman dan saudara saya). lalu apa yang kita lakukan dong? Hanya diam meng-sepi-kan lingkungan sesuai nama harinya, nyepi. Hal yang saya sukai dengan hari raya nyepi karena di hari ini kita dapat berterimakasih dengan tubuh kita yang sudah bekerja dengan penuh perjuangan selama 1 tahun dengan mengistirahatkan tubuh selama 1 hari penuh (hari raya nyepi dil…

#BukaInspirasi untuk 90 Hari Pertama UKM Anda

Keputusan yang Anda buat di awal bisnis (Usaha Kecil Menengah/UKM) berdampak pada laba dan rugi, bahagia dan sakit hati, kesuskesan dan kegagalan. Dalam artikel kali ini, saya merangkum apa yang Anda butuhkan untuk memulai dengan benar, termasuk rencana untuk 90 hari pertama memulai bisnis. Ada pula saran dari pengalaman nyata beberapa rekan pengusaha sukses yang saya kenal. Dilengkapi pula dengan checklist tindakan untuk menghemat uang Anda dimasa depan, dan jawaban atas rahasia keberhasilan dari sebuah bisnis. Saya tidak sabar untuk melihat apa yang Anda buat setelah membaca artikel ini. Mimpimu telah berakhir. Memulai bisnis dimulai hari ini September, artinya mendekati tahun 2019. Anda pasti telah lama membayangkan produk ciptaan Anda terjual di supermarket dan mencoba menjelaskan pada pemilik supermarket mengenai keunggulan kompetitif dari produk tersebut. Anggaplah tahun ini anda bertekad meluncurkan bisnis tersebut. Pasti anda mulai bingung harus mulainya dari mana bukan? Beriku…

Terapi Khusus dari ASUS

“ini dokter, saya sering sekali merasakan perih pada mata setelah main laptop” keluhan seorang pasien pagi ini, dengan matanya yang merah dan berair. Bekerja di puskesmas di Bali membuat saya kerap kali putar otak untuk mengobati keluhan di atas. Kami menyebutnya penyakit millennial. Penyakit akibat kemajuan teknologi ini semakin banyak terjadi, mulai dari keluhan pada mata, nyeri leher, hingga kekakuan pada jari. Kebetulan sebagian besar usia pasien dengan penyakit ini adalah kaum muda atau millennial yang telah akrab dengan teknologi sedari lahir. Namun sesungguhnya teknologi dapat memberi manfaat seperti yang saya lakukan dengan Laptop ASUS WX232D saya.
Kami menyebutnya sebagai Terapi ASUS. Nama ini terlahir dari laptop ASUS yang mempermudah terapi edukasi pada pasien tanpa batasan usia. Pada pasien tua ini menjadi daya tarik karena penyakit dapat dijelaskan lewat gambar dan animasi. Semakin menarik pada pasien anak-anak karena daya ingin tau yang membuat mereka betah menonton penjel…