Skip to main content

#BukaInspirasi untuk 90 Hari Pertama UKM Anda




Keputusan yang Anda buat di awal bisnis (Usaha Kecil Menengah/UKM) berdampak pada laba dan rugi, bahagia dan sakit hati, kesuskesan dan kegagalan. Dalam artikel kali ini, saya merangkum apa yang Anda butuhkan untuk memulai dengan benar, termasuk rencana untuk 90 hari pertama memulai bisnis. Ada pula saran dari pengalaman nyata beberapa rekan pengusaha sukses yang saya kenal. Dilengkapi pula dengan checklist tindakan untuk menghemat uang Anda dimasa depan, dan jawaban atas rahasia keberhasilan dari sebuah bisnis. Saya tidak sabar untuk melihat apa yang Anda buat setelah membaca artikel ini. Mimpimu telah berakhir. Memulai bisnis dimulai hari ini
September, artinya mendekati tahun 2019. Anda pasti telah lama membayangkan produk ciptaan Anda terjual di supermarket dan mencoba menjelaskan pada pemilik supermarket mengenai keunggulan kompetitif dari produk tersebut. Anggaplah tahun ini anda bertekad meluncurkan bisnis tersebut. Pasti anda mulai bingung harus mulainya dari mana bukan? Berikut adalah rangkuman yang dapat Anda lakukan dalam 90 hari pertama, waktu yang penting dalam kehidupan bisnis Anda. Lakukan langkah awal ini dengan benar maka Anda akan membuat pondasi yang kuat untuk bisnis yang menguntungkan dan terus berkembang.
Kaitan mengenai keuntungan usaha Anda sangat dipengaruhi oleh kecepatan dari Anda memulai. Jumlah tindakan yang Anda lakukan diawal bulan sangat penting untuk mencapai kesuksesan daripada tugas lainya, meskipun pekerjaan yang melibatkan kontak pelanggan membantu. Kesimpulan ini diperoleh dari sejumlah sampel wirausahawan baru dari Panel Study of Entrepreneurial Dynamics (PSED). "Mereka yang lebih banyak beraktivitas dalam permulaan bisnisnya, ternyata lebih mungkin untuk mendapat keuntungan," kata Paul Reynolds, salah satu peneliti dalam bukunya Handbook of Entrepreneurial Dynamics.
Di luar hal spesifik yang telah diteliti PSED, tindakan seperti mengembangkan proyeksi keuangan dan mendapatkan kredit investor, cenderung membuat usaha tersebut terbagi dalam dua prinsip. Prinsip pertama adalah penemuan. Awalnya, semuanya adalah asumsi: keuangan, pelanggan, strategi menuju pasar. Satu-satunya hal yang Anda tahu pasti adalah kekuatan Anda sendiri. Pendekatan eksplorasi ini merupakan inti dari Metode Lean Startup. Hal ini merupakan prinsip penting dari rencana bisnis. Ini adalah rahasia dibalik "kewirausahaan yang efektif," yakni pendekatan berbasis penelitian yang menemukan peluncuran bisnis memerlukan improvisasi yang besar.
Prinsip kedua dari memulai bisnis adalah mengakui bahwa kewirausahaan adalah tentang ilmu sosial. Anda harus mengeluarkan ide yang telah hidup dikepala begitu lama untuk keluar dan hidup di masyarakat. Jadi anda perlu mencari tahu siapa yang akan mendukung, dalam kapasitas apa, dan bagaimana mereka bekerja. Saran dari mitra, penasihat, pelanggan potensial, dan lainnya yang membawa perspektif baru bagi perusahaan. Networking ibarat menyerbu lemari es ketika anda lapar. Melihat dan mengambil mereka yang dapat memberi bangunan untuk usaha anda, layanan desain logo atau promosi pada pelanggan potensial.
Berikut daftar langkah-langkah utama dalam 90 hari pertama bisnis Anda.

Berjalan Sepuluh Kilometer dengan Sepatu Pelanggan

“Gagasan di balik produk sukses adalah memberikan penawaran secepat mungkin ke pelanggan untuk mendapatkan saran dari mereka. Kamu harus memastikan bahwa masalah yang dipecahkan itu masalah yang tepat. Sayangnya, data pasar dan survei tidak akan memberi tahu hal tersebut. Untuk mendapat wawasan ini, Kamu harus memahami pengalaman pelanggan sesering mungkin. Melakukannya hal ini sebelum berkomitmen pada suatu ide bisnis, sangat berhasil menghindari frustrasi dimasa depan.” -dr Windu Segara S, pendiri Mangsi Coffee
Tugas pertama Anda adalah untuk mengenal pelanggan. Bukan hanya siapa dia tetapi juga apa yang dia inginkan, apa yang dia lakukan, dan bagaimana perasaannya tentang apa yang dia lakukan. Itu berarti menanamkan kehidupan atau pekerjaan pelanggan.
Idealnya, posisikan diri anda dalam sebuah sekolah bisnis, di mana Anda adalah muridnya. Mintalah kepada guru (pelanggan) untuk memberikan Anda mengamatinya dalam berbagai tindakan. Bahkan lebih baik, minta dia mengajak Anda bertualang ke bagian yang relevan di dunianya. Segera kontak teman dan keluarga di Facebook-mu untuk meminta izin stalking kegemaran mereka. Atau tanyakan kepada calon pelanggan jika Anda dapat menghabiskan waktu di kantor atau mereka berada.
Kemudian, tanyakan pertanyaan terbuka tentang pengalaman dan pekerjaan mereka. Bertanyalah seperti, "Bisakah kau tunjukan padaku? Mengapa? Bisakah saya mencobanya?" Teknik ini akan mempercepat membangun empati dengan orang yang hidupnya ingin Anda rubah dengan produk/jasa ciptaan Anda!
Proses ini memberikan pemahaman tentang teknis dan emosional yang memungkinkan Anda melihat sesuatu melalui mata pelanggan. Tetapi, wawancara sekali saja tidak cukup. Sebaiknya seorang pengusaha melakukan teknik ini berulang kali dapat mengembangkan bakat 'meramal kebutuhan rakyat'
Anda tetap harus melakukan ini bahkan jika Anda berpikir Anda sudah tahu bagaimana Anda akan menyelesaikan masalah. Ingatlah selalu prinsip pertama sebagai entrepreneur yakni pikiran terbuka.

Sejajarkan pembimbing Anda

“Pengusaha muda sering mencari saran terlalu berlebihan tentang produk/jasa mereka, padahal menjalankan bisnis itu sendiri sama kritisnya dengan mendapatkan saran. Untuk itu, kamu harus mengembangkan hubungan dengan wirausahawan sukses. Bentuklah dewan penasihat. Siapkan semacam pembimbing yang terdiri dari mereka yang pernah ada di sana. Saya jamin, kamu akan terhindar dari kesalahan dengan strategi ini.” -dr M Candra Wijanadi, pendiri Hippocrates Medical Store & Hydro Clinic Bali

Hari pertama sebagai wiraswastawan, Anda membutuhkan bimbingan dan saran dari wirausaha lain. Mereka akan mengingatkan apakah kita telah berada di jalur yang benar. Mereka juga memaksa kita berpikir kedepan mengenai kelangsungan usaha Anda dua tahun dari sekarang. Kalau hal tersebut terlalu jauh, setidaknya kita membutuhkan mata yang berpengalaman untuk memeriksa rencana bisnis Anda.
Dosen universitas umumnya adalah penasihat cerdas (karena pengalaman bisnis mereka), dan Anda dapat bertemu orang melalui organisasi dan seminar kewirausahaan. Anda juga dapat mengirim email kepada seseorang yang Anda kagumi. Simpan pertanyaan Anda dan tanyakan semuanya dalam percakapan mingguan atau bulanan bersama mereka. Ingat, ketika berdiskusi dengan mereka sebaiknya jangan hanya berbicara tentang bisnis. Ini bukanlah transaksi, melainkan sebuah hubungan.

Uji Asumsi Kamu

"Angka itu memang konkret. Wajar jika kita sedari awal menginginkan statistik di pasar, harga, dan pesaing. Tetapi data pasar tidak akan menjelaskan mengapa Circle-K tetap eksis ketika 7 Eleven telah padam di Indonesia. Inilah pentingnya wawasan kendala yang mungkin menguji bisnis buatanmu. perkiraan kendala ini didapat bukan dari industrimu, tetapi ini murni tentang idemu" -Putu Giga, Pendiri Twissterdog

Inilah pentingnya sejarah. Dengan sejarah, seberapapun buruknya ide Anda, keberhasilanya dapat diprediksi. Jadi anda hanya perlu melihat perusahaan di dunia yang telah melakukan hal serupa dengan ide tersebut. Pelajari perusaan mereka dan dapatkan pelajaran tentang apa yang berhasil. Kemudian, kaji pula perusahaan yang gagal ketika mencoba sesuatu yang serupa dengan ide Anda. Temukan jawaban dari, "Apa kesalahan yang mereka lakukan? Bagaimana cara ktia menghindari kesalahan itu?"
Lakukanlah riset pada pasar. Sebelum mengetahui seberapa besar pasar Anda, Anda perlu tahu bagaimana orang dapat menerima dan terus menerima produk anda. Jika tidak, Anda hanya membuat tumpukan asumsi di atas asumsi.

Berhati-hatilah dengan 'Uang Keluarga'

"Founder, bank dan investor profesional adalah sumber modal masadepanmu. Pada awalnya, modal memang hanya darimu, keluarga, dan temanmu. Pendanaan lingkup kecil ini harus kamu lalui untuk melompat ke sumber lain yang lebih besar. Tetapi ingat, risiko pasti lebih besar." -Adhi Apriana, pendiri AXIMA Studio Bali

Lazim pada perusahaan rintisan, menggunakan modal dari keluarga dalam bisnis mereka. Banyak orang yang memulai bisnis mereka dengan “tabungan pribadi.” Sayangnya tabungan ini sering dipegang bersama (misal oleh istri), yang menjadi masalah dikemudian hari. Misalnya ketika salah satu pasangan berhenti bekerja dan memerukan modal kembali. Atau karena kebutuhan biaya sekolah anak, pasti memerlukan porsu yang besar dari tabungan keluarga. Inilah fakta dari ketika 'modal pribadi' dapat menjadi masalah untuk bisnis anda.
Tidak perlu kawatir, tabungan keluarga tetap dapat digunankan. Solusinya, cukup bicarakan dengan pasangan anda sebelum bisnis ini berjalan. Bicarakanlah tentang berapa banyak investasi anda dan bagaimana biaya itu kembali dari keuntungan bisnis. Jadwalkan pertemuan bisnis reguler antara kalian.
Ketika modal didapat dari teman dan keluarga, selalu sampaikan skenario terburuk pada mereka. “Saya tidak tahu kapan modal ini kembali pada kalian. Mungkin saja kalian kehilangan semuanya. Tetapi saya butuh kalian untuk menjalankan ide bermanfaat ini.” Susunlah perjanjian pemegang saham. Jelaskan bahwa Anda melakukannya karena Anda peduli dengan pengembalian modal tersebut. Dan, jangan pula hanya manfaatkan keinginan mereka untuk membantu, semuanya kembali pada keteguhan anda untuk menjalankan bisnis.
Investor menaruh harapan besar pada bisnis Anda. Peran kita menjadi pengemudi yang bijaksana dan membawa semua orang ke rumah dengan selamat (mengembalikan modal tersebut)

Buat Pelanggan Membayar

"Dalam 90 hari, Anda harus mengejar penjualan. Menjual bukan hanya tentang uang, tetapi ini merupakan indikator terbaik untuk mengetahui seberapa ingin seorang dari produk anda. Kini tantangannya semakin berat, kamu harus kreatif untuk bisa menjual." -Muhamad Nasrun Y. pendiri Kedai Kopipaste Indonesia

Anda adalah satu-satunya produk pada hari pertama perusahaan berjalan. Hanya diri anda yang dapat dijual. Anda dapat menjual waktu Anda, dan Anda dapat menjual pengetahuan atau wawasan yang pada akhirnya akan memberi kekuatan pada produk atau layanan Anda. Ini kembali ke riset pasar yang saya sampaikan sebelumnya.
Melakukan hal tersebut sangat membantu wirausahawan mengasah  penjualan mereka, memfokuskan proposisi nilai produk/jasa mereka, dan mengembangkan disiplin penjualan. Itu juga akan menghasilkan saran yang bermanfaat dari pembeli. Seseorang yang mengambil produk tidak sempurna dari Anda secara gratis bukan merupakan bukti bahwa Anda memiliki pelanggan. Orang itu serius ketika mereka membayar produk/jasa anda, dan mereka pasti mengevaluasinya lebih kritis. Itu adalah saran yang Anda butuhkan.

Demikian #BukaInspirasi yang membantu Anda memenuhi resolusi Tahun Baru 2019 nanti. Bagi anda yang bersemangat untuk membuka bisnis setelah membaca blog ini, saya rekomendasikan mengawali bisnis anda di bukalapak, karena banyak UKM yang sukses memulai bisnis online dari sana (termasuk saya). Akhirnya, selamat berjuang untuk para wirausahawan!

Pelajari Lebih Lanjut
  1. Handbook of entrepreneurial dynamics: The process of business creation oleh WC Gartner, KG Shaver, NM Carter, PD Reynolds - 2004 - books.google.com
  2. Metode Lean Startup https://www.dewaweb.com/blog/panduan-bisnis-online-metode-lean-startup/
  3. Jon Kolko, Creative Clarity: A Practical Guide for Bringing Creative Thinking Into Your Company.

Comments

  1. Saya juga pakai bukalapak, udah ada 2 tahunan malah. Jadi saya punya alat unik buat bikin layangan hasil kreasi saya sendiri, dan saya jualin di bukalapak. Hasilnya lumayan laku. Apalagi karena ada fitur pushnya, bikin jualan jadi makin lancar. Rekomende banget pokonya bukalapak https://kangamir.com/2018/09/16/buka-inspirasi-bersama-bukalapak/

    ReplyDelete
  2. Kreatif dan tidak pernah berhenti berinovasi. Selamat menjadi wirausahawan yang bahagia.

    ReplyDelete
  3. Artikel yang menarik dan menginspirasi.

    ReplyDelete
  4. Artikel yang sangat membantu & memotivasi. Terima kasih buat sharing-nya. :)

    ReplyDelete
  5. Wow, great article. Thank you for sharing :-)

    ReplyDelete
  6. Tjakep artikelnya, 90 hari merupakan ukuran standar bagi seorang pengusaha UMKM untuk dapat mulai berusaha. Selamat ya Bang...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mulai menulis - terimakasih untuk orangtua saya, karena hari ini saya sudah 20 tahun bersama kasih sayang kalian

Tanggal 12 maret 2013 kemarin adalah hari ulang tahun saya yang ke 20 tahun. Sebuah hari yang sangat spesial bagi saya, karena kebetulan bertepatan dengan hari raya nyepi. Sebuah hari raya yang sangat saya sukai. Sebuah hari kelahiran yang sangat saya syukuri.
Saya menyukai hari raya nyepi karena ini satu-satunya hari raya yang tidak di rayakan. Tidak membuang energi untuk melakukan sesuatu hal, hanya cukup berdiam diri di dalam rumah. Tanpa lampu, tanpa beraktifitas, tanpa berinteraksi dengan tetangga, tanpa keluar rumah, dan tanpa menggunakan gadget (meskipun saya menggunakan untuk berterimakasih membalas ucapan selamat ulang tahun teman dan saudara saya). lalu apa yang kita lakukan dong? Hanya diam meng-sepi-kan lingkungan sesuai nama harinya, nyepi. Hal yang saya sukai dengan hari raya nyepi karena di hari ini kita dapat berterimakasih dengan tubuh kita yang sudah bekerja dengan penuh perjuangan selama 1 tahun dengan mengistirahatkan tubuh selama 1 hari penuh (hari raya nyepi dil…

Terapi Khusus dari ASUS

“ini dokter, saya sering sekali merasakan perih pada mata setelah main laptop” keluhan seorang pasien pagi ini, dengan matanya yang merah dan berair. Bekerja di puskesmas di Bali membuat saya kerap kali putar otak untuk mengobati keluhan di atas. Kami menyebutnya penyakit millennial. Penyakit akibat kemajuan teknologi ini semakin banyak terjadi, mulai dari keluhan pada mata, nyeri leher, hingga kekakuan pada jari. Kebetulan sebagian besar usia pasien dengan penyakit ini adalah kaum muda atau millennial yang telah akrab dengan teknologi sedari lahir. Namun sesungguhnya teknologi dapat memberi manfaat seperti yang saya lakukan dengan Laptop ASUS WX232D saya.
Kami menyebutnya sebagai Terapi ASUS. Nama ini terlahir dari laptop ASUS yang mempermudah terapi edukasi pada pasien tanpa batasan usia. Pada pasien tua ini menjadi daya tarik karena penyakit dapat dijelaskan lewat gambar dan animasi. Semakin menarik pada pasien anak-anak karena daya ingin tau yang membuat mereka betah menonton penjel…